Berita

Dewan Keamanan PBB/Net

Dunia

China dan Rusia Kompak Blokir Pernyataan Dewan Keamanan PBB Soal Myanmar

MINGGU, 29 MEI 2022 | 11:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dan Rusia telah memblokir upaya Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan pernyataan yang menyuarakan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Myanmar.

Pada Jumat (27/5), Inggris mengeluarkan usulan pernyataan pers untuk menekankan peran sentral ASEAN dalam memfasilitasi solusi damai untuk krisis Myanmar, dan menegaskan kembali seruan anggota dewan untuk melakukan dialog dengan semua pihak terkait.

"Namun, mereka menyatakan keprihatinan atas kemajuan terbatas terhadap Konsensus Lima Poin selama setahun sejak disepakati, dan menyerukan tindakan nyata untuk secara efektif dan sepenuhnya mengimplementasikan konsensus," kata pernyataan yang diusulkan.


Kendati begitu, pernyataan tersebut mendapatkan keberatan dari China dan Rusia atas beberapa bagian teksnya, seperti dimuat The Associated Press.  

Misi China di PBB mengatakan pihaknya mengusulkan penggunakan kata "lambat", alih-alih "terbatas" terkait kemajuan Konsensus Lima Poin.

Selain itu, ada beberapa istilah lain yang juga mendapatkan keberatan dari China, yang kemudian di-iya-kan oleh Rusia.

Pernyataan pers terkait situasi Myanmar muncul setelah utusan khusus ASEAN Prak Sokhoon dan utusan PBB Noeleen Heyzer memberikan pengarahan.

Myanmar berada di dalam krisis setelah pemerintahan sipil digulingkan oleh junta pada Februari tahun lalu. ASEAN sendiri mengeluarkan Konsensus Lima Poin tentang krisis Myanmar pada akhir April 2021.

Konsensus tersebut menyerukan penghentian segera kekerasan, dialog di antara semua pihak terkait, mediasi proses dialog oleh utusan khusus ASEAN, penyediaan bantuan kemanusiaan melalui jalur ASEAN, dan kunjungan utusan khusus ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya