Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: Rusia Siap Buka Pelabuhan Odesa untuk Ekspor Gandum Jika Sanksi Dicabut

MINGGU, 29 MEI 2022 | 06:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan tawaran kepada para pemimpin Eropa yang dibuat kewalahan dengan krisis pangan akibat perang di Ukraina.

Putin mengatakan Rusia bisa membuka kembali pelabuhan Odesa untuk ekspor gandum, dengan imbalan sanksi Barat segera dicabut.

Tawaran itu disampaikan Putin ketika melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Sabtu (28/5).


Dalam kesempatan tersebut, Marcon dan Scholz mendesak Putin untuk membuka kembali pelabuhan Odesa di tengah krisis pangan lantaran Ukraina sebagai produsen gandum utama tidak bisa mengekspor di tengah konflik.

"(Macron dan Scholz) bersikeras terhadap Presiden Vladimir Putin mengenai urgensi pencabutan blokade Odesa untuk memungkinkan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam, dan demi menghindari krisis pangan dunia," begitu pernyataan Istana Elysee di Paris, seperti dikutip Politico.

Sementara itu, Kremlin menyebut, Putin mengatakan kepada dua pemimpin Eropa tersebut bahwa Rusia siap membantu mencari solusi untuk ekspor gandum tanpa hambatan dari pelabuhan Laut Hitam.

Tetapi pada saat yang sama, Putin juga menekankan bahwa krisis pangan disebabkan oleh sanksi yang diberlakukan oleh Barat.

"Putin menjelaskan alasan sebenarnya dari kesulitan pasokan makanan, yang merupakan akibat dari kebijakan ekonomi dan keuangan yang salah dari negara-negara Barat, serta sanksi anti-Rusia yang dijatuhkan oleh mereka," kata Kremlin.

“Meningkatkan pasokan pupuk dan produk pertanian Rusia juga akan mengurangi ketegangan di pasar pangan global, yang tentu saja akan membutuhkan pencabutan sanksi yang relevan,” tambah Kremlin.

Sebelum perang, Ukraina mampu mengekspor sekitar 5 juta metrik ton biji-bijian dan hingga 700 ribu ton minyak bunga matahari per bulan melalui Laut Hitam. Tetapi selama April, Ukraina hanya berhasil mengekspor kurang dari 1 juta ton biji-bijian.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

SPPG Majalengka Luruskan Video Viral MBG Ubi Bakar

Senin, 09 Maret 2026 | 00:02

Tujuh Truk Ikut Tertimbun Sampah TPST Bantargebang

Minggu, 08 Maret 2026 | 23:22

Mendesak Mitigasi Pasokan BBM Jaga Operasional PLTU Jelang Lebaran

Minggu, 08 Maret 2026 | 23:12

Perang Yang Sudah Kalah

Minggu, 08 Maret 2026 | 23:00

TPST Bantargebang Longsor, Tiga Nyawa Melayang

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:45

Eskalasi Konflik Amerika Serikat-Israel versus Iran, Perspektif Strategi Militer Modern

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:44

Spekulasi Bahlil soal Harga Minyak Dunia Terlalu Pede

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:42

Prabowo Habiskan Akhir Pekan dengan Lima Ratas Berbeda di Hambalang

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:33

Temu Kangen Prabowo dengan Mantan Ajudan dan Pengawal di Hambalang

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:17

Selengkapnya