Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, usai jamuan makan malam di rumah dinas Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Politik

Hormati Kehadiran Koalisi Bersatu, AHY Tak Ingin Terburu-buru

SENIN, 16 MEI 2022 | 16:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Partai Demokrat tidak ingin terburu-buru dalam menentukan koalisi menghadapi agenda Pilpres 2024. Meskipun saat ini sudah muncul Koalisi Bersatu yang diisi 3 partai politik.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait bergabungnya Partai Golkar, PAN, dan PPP untuk menghadapi Pemilu 2024.

Ketiga partai ini mengumumkan koalisi lebih awal lantaran tidak ingin mengulang pemilu sebelumnya yang menyebabkan perpecahan bangsa, karena hanya ada dua pasangan calon.


"Saya kira itu hak semua partai politik. Hari ini masih dinamis dan cair. Partai Demokrat saat ini juga selalu membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai partai politik lain," ucap AHY usai makan bersama dengan Gubernur Sumut, Edy Rahamayadi, di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Minggu malam (15/5).  

"Saya juga membangun komunikasi dan silaturahim dengan sejumlah tokoh atau figur yang selama ini juga bisa dikatakan mendapatkan perhatian, bahkan dukungan untuk mendapatkan panggung di 2024," imbuhnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Artinya, sambung AHY, pada waktu yang ada ini, Partai Demokrat lebih cenderung membangun kebersamaan dan chemistry dengan partai lainnya.

"Sekarang ini di medio 2022, masih cukup waktu sebetulnya, partai politik membangun kebersamaan, chemistry building, itu proses. Saya lebih baik itu berproses, tidak tergesa gesa. Daripada seolah cepat, cepat terbentuk, cepat pula bubarnya. Saya berharap lebih baik berproses. Kemudian jika memang ada titik temunya, baik visi misi juga pendekatan kita untuk rakyat serupa paling tidak ya, barulah kemudian bisa kita katakan akan terjalin sebuah koalisi yang solid," urainya.

"Jadi sekali lagi, tentu semua memiliki hak masing masing, kita hormati itu dengan baik. Tapi kami merasa masih cukup waktu berkomunikasi dan chemistry antara satu dengan yang lainnya," tutupnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya