Berita

Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsuddin/RMOL

Politik

Din Syamsuddin: Partai Pelita Bukan Partai Agama, tapi Tegakkan Nilai Moral Agama Secara Konsisten

SENIN, 16 MEI 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Pelita bukanlah partai keagamaan, melainkan partai nasional religius. Namun demikian, dapat dipastikan bahwa Partai Pelita akan bergerak dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, moral agama dengan konsisten dan bertanggungjawab.

Hal itu ditegaskan Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsuddin kepada wartawan seusai acara Rakernas I Partai Pelita di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Senin (16/5).

“Partai Pelita adalah partai nasional religius, tidak secara formal mencantumkan dasarnya sebagai partai keagamaan. Tapi kita memastikan bahwa Partai Pelita akan menegakkan nilai-nilai etika dan moral agama secara konsisten dan konsekuen,” tegas Din Syamsuddin.


Partai Pelita, kata Din Syamsuddin, dirancang menjadi partai yang majemuk dan nasionalis. Salah satu pengabdiannya yakni para pengurus dan kader Partai Pelita seperti miniatur bangsa Indonesia, yakni diisi oleh lintas agama, lintas suku, hingga ada keadilan gender.

“Di MPP, terdiri dari tokoh-tokoh berbagai organisasi keagamaan, ada juga dari mewakili profesi, inilah kemajemukan bangsa. Sekarang ada 27 akan kita tambah sampai 45, siapa saja? lintas agama, lintas suku, lintas profesi, ada cendekiawan, tokoh agama, militer purnawirawan, dan juga profesi-profesi lain,” tuturnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga menambahkan, Partai Pelita akan tetap berpegang teguh pada UUD 1945 yang disahkan berdasarkan kesepakatan para pendiri bangsa 18 Agustus 1945, bukan lainnya.

Atas dasar itu, Din Syamsuddin menegaskan bahwa sebagai partai nasional, Partai Pelita akan memperjuangkan Pancasila dan menjadikan kehidupan nasional Indonesia kepada Pancasila yang sejati dan hakiki.

“Sesuai UUD 1945 yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa,” tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya