Berita

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan /Net

Dunia

Imran Khan: Menjatuhkan Nuklir ke Pakistan Akan Lebih Baik Daripada Menyerahkan Negara Ini Kepada Pencuri

SABTU, 14 MEI 2022 | 18:58 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Mengeluarkan pernyataan yang cukup mengherankan warga Pakistan dan dunia, mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan baru-baru ini mengeluarkan perkataan yang dapat dianggap sebagai provokasi aksi genosida.

“Menjatuhkan bom atom akan lebih baik daripada menyerahkan negara ini kepada pencuri," ujar pernyataan kontroversial Khan, saat dirinya bertemu dengan wartawan di kediamannya di Banigala, Pakistan, dimuat The News International, Jumat (13/5).

Ketua Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) itu mengatakan bahwa dia terkejut melihat "pencuri" atau kata lain, kabinet Perdana Menteri Shehbaz Syarif dapat menguasai negara itu.


Ia langsung menambahkan bahwa menjatuhkan bom atom akan lebih baik daripada menyerahkan kemudi negara kepada mereka.

Menurut The News International, Khan mengatakan bahwa ‘pencuri’ yang dibawa ke kekuasaan itu akan menghancurkan setiap institusi dan sistem peradilan.

Ia kemudian menanyakan, pejabat pemerintah mana yang akan menyelidiki kasus "para penjahat itu".

Perdana Menteri Shehbaz Sharif sebelumnya mengatakan bahwa Imran Khan telah meracuni pikiran orang-orang Pakistan dengan pidatonya yang menargetkan lembaga-lembaga negara.

"Negara telah terpecah karena Khan berulang kali menyebut (oposisi saat itu dan sekarang pemerintah) sebagai pencuri dan perampok," ujar Shehbaz.

Belakangan ini, Imran Khan telah memperingatkan pemerintah Shehbaz Sharif bahwa, tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan pasukan Khan untuk memasuki ibukota federal dalam pawai panjangnya yang akan diadakan pada 20 Mei.

Dia mengatakan, bahwa lebih dari dua juta orang akan bergerak menuju ibu kota Islamabad untuk mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya dan untuk memprotes "pemerintah yang diimpor".

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya