Berita

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf/RMOL

Politik

Berseteru dengan Gus Yahya, Pengamat: Lengkaplah Catatan Minor Cak Imin di Mata Nahdliyin

JUMAT, 13 MEI 2022 | 00:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perseteruan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf justru akan merugikan elektoral partai dan personalnya.

Begitu pendapat pengamat politik Jamiluddin Ritonga ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, mengenai perang kata-kata antara Cak Imin dan Gus Yahya di sosial media, Kamis (12/5).

Menurutnya, ke depan Cak Imin dan PKB akan dijauhi warga Nahdliyin, yang mayoritas merupakan basis massanya.


"Kalau hal ini terjadi, elektabilitas Cak Imin dan PKB akan menurun. Hal ini tentu akan berbahaya bagi Cak Imin dalam upayanya menjadi capres dan peluang suara PKB akan menurun pada Pileg 2024,” ucap Jamiluddin.

Jamiluddin menambahkan para Gusdurian yang kecewa berat dengan Cak Imin akan membahayakan posisinya. Para barisan sakit hati tersebut akan menjadi kekuatan untuk menggembosi Cak Imin dan PKB.

"Bahkan tak menutup kemungkinan kekuatan itu dapat mendongkel Cak Imin dari orang nomor satu di PKB. Kalau ini terjadi, maka posisi Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB tentu dalam bahaya,” katanya.

Dengan adanya seteru antara Cak Imin dan Gus Yahya akan membuat elektabilitas Cak Imin turun. Terlebih, kecilnya elektabilitas Cak Imin semakin membuat dirinya tidak dilirik partai lain dalam hasratnya menjadi calon presiden.

"Jadi, kecilnya elektabilitas Cak Imin karena ia tak mampu mengelola warga Nahdliyin. Ia juga tak mampu merangkul Gusdurian,” katanya.

"Celakanya lagi, justru ia berseteru dengan PBNU. Lengkaplah catatan minor Cak Imin bagi warga Nadliyin. Semua ini tentu menjadi penyebab sulitnya elektabilitas Cak Imin dikerek,” demikian Jamiluddin.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya