Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun/Net

Politik

Komisi VI Minta Kejagung Periksa Dirut Krakatau Steel dalam Dugaan Korupsi Pabrik Peleburan Baja

RABU, 11 MEI 2022 | 01:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik peleburan baja atau blast furnace oleh PT Krakatau Steel (KRAS) yang memakan anggaran Rp 5,3 triliun terus bergulir. Sampai saat ini, Kejaksaan Agung sudah memeriksa salah satu direksi sebagai saksi.

Untuk menuntaskan kasus tersebut, anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun meminta Kejagung turut memeriksa Direktur Utama PT KRAS Silmy Karim.

"Kejagung harus memeriksa juga Dirut PT KRAS, Silmy Karim, jangan hanya berani memeriksa jajaran direksi biasa. Karena pucuk komando ada di tangan Dirut selaku pimpinan tertinggi di perseroan," kata Rudi Hartono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/5).


Legislator Partai Nasdem ini menduga Silmy Karim selama menjabat telah mengeluarkan dana untuk membayar perusahaan yang proyeknya ternyata sedang diperiksa Kejagung atas dugaan korupsi.

"Pada rapat bulan lalu di Komisi VI DPR, Dirut KRAS sempat menyampaikan dalam RDP bahwa pihaknya masih membayar utang- utang untuk proyek peleburan baja," katanya.

Pada paparan Silmy saat itu, kata Rudi, mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana korupsi. Karena negara ternyata tetap melakukan pembayaran sekitar Rp 5,3 triliun.

"Kenapa Dirut baru ini tidak cermat, alias seenakya saja mengeluarkan uang kas perusahaan untuk membayar ke pemenang tender yang proyekya terindikasi korupsi," herannya.

Adapun Kejagung telah memeriksa empat orang saksi yang terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan pabrik peleburan baja oleh PT Krakatau Steel pada tahun 2011.

Saksi-saksi yang diperiksa yaitu, OR selaku Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha; AMS selaku Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan Usaha; IP selaku Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan Usaha, serta WS selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan Usaha.

Nilai kontrak pembangunan pabrik peleburan baja sebesar Rp 6,92 triliun. Krakatau Steel mengajukan pinjaman ke sindikasi Bank BRI, Mandiri, BNI, OCBC, ICBC, CIMB dan LPEI.

Pembayaran yang telah dilaksanakan ke pemenang lelang sebesar Rp 5,351 triliun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya