Berita

Partai Rakyat melantik pengurus DPD dan DPC se Papua/Net

Politik

Lantik Pengurus Se-Papua, Partai Rakyat Serukan Kembalikan Naskah Asli UUD 1945

SELASA, 10 MEI 2022 | 22:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar menyerukan agar Undang Undang Dasar 1945 dikembalikan ke naskah aslinya. Tujuannya, untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya di daerah pelosok seperti Papua.

"Partai rakyat didirikan dan diutamakan untuk seluruh rakyat Indonesia," ujar Arvindo, Selasa (10/5).

Pandangan itu disampaikan Arvindo saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Papua dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Provinsi Papua di Biak, Papua pada 6 Mei 2022 lalu.


Kata Arvindo, kehadiran Partai Rakyat di Papua bukan untuk mengajarkan bagaimana menghadirkan kemakmuran di tanah Papua.

Ia mengaku memiliki permintaan agar seluruh rakyat Papua berjuang melawan penindasan yang selama ini ada di Papua.

"Ada yang memilih jalan perjuangan dengan masuk ke hutan, ada yang memilih dengan jadi akademisi dan intelektual," ucap Arvindo.

Dia yakin kalau rakyat Papua konsisten berjuang, suatu hari nanti akan lahir pemimpin dari Papua.

Ia pun berharap rakyat Papua akan menjadi seperti Nelson Mandela yang ketika memimpin tidak membalas penindasan terhadap dirinya, tapi memilih jalan rekonsiliasi.

"Saya yakin rakyat Papua adalah kesatria dan seorang ksatria tahu rasa sakit ditindas, dan seorang ksatria tidak akan memberikan rasa sakit itu kepada musuhnya," kata Arvindo.

Untuk itu, Arvindo menyebutkan partainya hadir untuk menyeru kepada seluruh rakyat Papua bahwa Partai Rakyat rumah bagi rakyat Papua.

"Dan dari rumah ini kita akan serukan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Papua adalah benteng terakhir Indonesia," kata dia.

Apalagi negara ini diwarisi kondisi berada di ambang kehancuran saat orde baru yang diperparah oleh para reformis yang mengganti UUD yang asli ke UUD 2002.

"Maka tuntutan partai Rakyat kita harus mengembalikan UUD kepada UUD Asli yakni UUD 1945," pungkas Arvindo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya