Berita

Awalil Rizky/Net

Politik

Keseimbangan Primer Diprediksi Minus Sampai 2027, Indonesia Bayar Utang dengan Utang Baru

SENIN, 09 MEI 2022 | 00:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keuangan Indonesia nampaknya akan bergantung pada pola "gali lubang tutup lubang" sampai tahun 2027 seperti diperkirakan Badan Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

"IMF memprakirakan (keuangan Indonesia) bernilai minus hingga 2027," ujar pengamat fiskal Awalil Rizky dalam cuitan di Twitter, Minggu (8/5).

Dijelaskan Rizky, neraca keuangan suatu negara dapat dilihat dari selisih pendapatan dan belanja di luar pembayaran bunga utang, atau disebut keseimbangan primer.


"Keseimbangan primer: selisih total pendapatan dikurangi belanja negara selain pembayaran bunga utang. KP (Indonesia) 2021: minus Rp440,2 T," terangnya.

Akibat kondisi itu, kata dia, Indonesia akan bergantung pada utang baru untuk melunasi dan membayar bunga utang lama.

Menurutnya, kondisi itu sangat berbahaya bagi keuangan negara. Apalagi, jika pemerintah gagal mendapatkan utang baru.

"Seluruh pelunasan dan bunga utang pakai dana utang baru. Risiko tinggi jika tak memperoleh utang yang cukup," pungkasnya.

Adapun pemerintah melalui APBN 2022 memprakirakan keseimbangan primer kembali minus Rp 462,15 triliun. Perkembangan terkini, membuat IMF) memprakirakan kondisi yang jauh lebih baik.

IMF memprakirakan keseimbangan primer Indonesia pada tahun 2022 hanya minus Rp251,10 triliun.

Akan tetapi, dari sajian data publikasi IMF pada April 2022 tentang hal itu tidak lah menggembirakan. IMF memprakirakan keseimbangan primer Indonesia masih akan bernilai minus hingga tahun 2027.

Nilai minusnya mencapai Rp 130,29 triliun pada tahun 2024, dan hanya perlahan menurun hingga sebesar Rp 96,13 triliun pada tahun 2027.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya