Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat kunjungi Kiai berpengaruh di Jatim, Ahmad Muzaki Syah/RMOL

Politik

Lebaran Politik Prabowo Subianto untuk Perkuat Dukungan di Pilpres 2024

MINGGU, 08 MEI 2022 | 16:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Safari politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada momen lebaran dinilai sebagian kalangan untuk persiapan kembali bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Analis politik Jamiluddin Ritonga berpendapat, Prabowo Subianto sudah mantap untuk maju dalam pertarungan Pilpres 2024 mendatang. Atas pilihan politik itulah, Prabowo memerlukan dukungan dari sejumlah tokoh agar dapat melenggang dengan mulus.

"Kunjungan ke pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi indikasi kuat Prabowo sudah siap untuk pencapresan 2024. Dua provinsi itu sengaja dikunjungi setidaknya untuk memperkuat dukungan kepadanya,” ujarnya.


Menurutnya, hal itu dilakukannya karena pada Pilpres 2014 dan 2019 Prabowo kalah di dua provinsi tersebut.

Analisa Jamiludin, Prabowo tampaknya tidak ingin mengulangi kekalahan sehingga merasa perlu mendatangi pesantren berpengaruh di dua provinsi tersebut.

Langkah politik Prabowo itu dilakukan dengan harapan meningkatkan elektabilitas menjelang Pilpres 2024.

"Setidaknya peningkatan elektabilitas itu dapat diperoleh dari warga NU di Jatim dan Jateng yang pada Pilpres sebelumnya lebih banyak memilih Joko Widodo,” katanya.

Mantan Dekan FIKOM IISIP ini menuturkan, upaya Prabowo untuk meningkatkan elektabilitas semakin jelas dengan menyempatkan berkunjung ke Khofifah saat bersafari ke Jatim.

Prabowo, kata Jamiludin perlu mendapat dukungan dari Khofifah karena sosok orang nomor satu di Jawa Timur itu berpengaruh dan mengakar di warga nahdliyin.

"Jadi, kalau Khofifah bisa diajak menjadi bagian gerbongnya, maka Prabowo berharap elektabilitasnya di Jatim akan moncer. Hal itu diperlukannya agar Prabowo pada Pilpres 2024 dapat menang di Jatim,” imbuhnya.

Untuk di Jawa Tengah, lanjut Jamiluddin, Prabowo tampaknya sengaja bersafari ke kiai yang memiliki pengaruh besar.

Dalam pandangan Jamiludin, peluang Prabowo mendapat dukungan dari kalangan nahdliyin lebih memungkinkan ia dapatkan ketimbang berkunjung ke tokoh nasionalis. Apalagi, Jawa Tengah selama ini sudah identik menjadi basis politik PDIP.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya