Berita

Lelaki Uighur memakai doppa/Net

Dunia

Bukan Sekadar Penutup Kepala, Doppa Jadi Simbol Perlawanan Genosida Muslim Uighur

JUMAT, 06 MEI 2022 | 10:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Memakai Doppa bukan hanya sekadar melestarikan budaya bagi Muslim Uighur. Lebih jauh, itu adalah simbol perlawanan mereka terhadap kampanye genosida yang dilakukan oleh pemerintah China.

Begitu kata Dewan Eksekutif Pemerintah Turkistan Timur dalam sebuah pernyataan untuk memperingati Festival Doppa atau Hari Doppa pada Kamis (5/5).

Doppa sendiri merupakan kopiah berbentuk persegi atau bulat dengan motif khusus yang biasanya dipakai oleh Muslim Uighur. Saat ini, doppa menjadi identitas Uighur.


Hari Doppa dirayakan oleh Uighur, Uzbek, Tatar, Tajik, dan Muslim Turki yang berasal dari Turkistan Timur.

"Seperti pakaian nasional negara lain, pemakaian doppa juga dipengaruhi oleh globalisasi, tetapi juga upaya pemerintah China untuk membasmi budaya dan identitas nasional Uyghur," kata dewan, seperti dikutip ANI News.

Di Turkistan Timur, doppa terutama dikenakan pada hari libur nasional atau acara-acara khusus seperti pernikahan tradisional, pemakaman, dan acara sosial lainnya.

Menurut dewan, China telah membatasi pemakaian doppa di publik sebagai bagian dari kampanye genosida.

"Uighur di diaspora, tua dan muda, pria dan wanita, semakin sering memakai doppa mereka sebagai bagian dari pelestarian budaya dan perlawanan nasional simbolis terhadap kampanye penjajahan, genosida, dan pendudukan yang dilakukan di tanah air mereka oleh pemerintah China," jelas dewan.

Mengingat doppa adalah cara simbolis untuk mengekspresikan identitas Uighur, maka dewan mendorong untuk pemakaian doppa setiap hari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya