Berita

Petugas koroner di Shanghai disaat mereka menemukan bahwa warga lansia yang dimasukkan ke dalam kantong mayat ternyata masih hidup, Minggu (1/5)/Net

Dunia

Diduga Telah Meninggal, Penghuni Panti Jompo Shanghai Ternyata Masih Hidup Setelah Masuk Kantong Mayat

RABU, 04 MEI 2022 | 00:48 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Enam pejabat kesahatan Shanghai, China, harus menghadapi penyelidikan setelah insiden seorang penghuni panti jompo yang dinyatakan meninggal secara keliru.

Warga lansia yang keliru dinyatakan meninggal itu telah dimasukan ke dalam kantong mayat dan dibawa oleh petugas koroner ke sebuah van yang menunggu di depan gedung kamar mayat. Namun para pekerja kamar mayat kemudian menyadari bahwa warga tersebut masih hidup.

Insiden yang terjadi pada Minggu sore (1/5) itu, sempat difilmkan oleh penonton dan rekamannya dengan cepat menyebar secara online.


Hal itu kemudian memicu reaksi keras di kota yang telah dikunci selama lima minggu dan memicu kekhawatiran bahwa sistem medis kota dianggap sudah kewalahan.

Dalam rekaman itu, pekerja yang mengenakan pakaian pelindung terlihat menarik kantong mayat dari mobil ke troli. Mereka kemudian membuka kantong tersebut dan melihat ke dalam tas hingga akhirnya menyadari orang di dalamnya masih hidup.

"Hidup! Apakah kamu melihat itu? Hidup!" kata salah satu petugas yang direkam dan disebarluaskan di Twitter, dikutip dari The Guardian, Selasa (3/5).

"Jangan menutupinya lagi!" teriak yang lain.

Kemudian para petugas itu langsung bergegas pergi untuk berbicara dengan orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung di luar gedung, dan pasien lanjut usia itu didorong kembali ke dalam.

Insiden itu dikonfirmasi oleh pemerintah kabupaten Putuo, yang mengatakan bahwa penyelidikan telah dimulai.

Sementara Komisi Pengawas Shanghai dan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin mengatakan, lima pejabat, termasuk direktur rumah perawatan dan seorang dokter, telah dipecat dan diselidiki. Sedangkan sejumlah pejabat terkait lainnya ditegur.

Panti jompo Shanghai yang menyatakan warga tersebut itu meninggal, Xinchangzheng juga telah meminta maaf. Sementara rumah duka dilaporkan memuji karyawannya karena memperhatikan orang itu masih hidup, dan menghadiahi mereka masing-masing 5.000 yuan.

Media Shanghai melaporkan pasien lanjut usia itu telah dipindahkan ke rumah sakit untuk menerima perawatan.

Insiden itu mengejutkan orang-orang di China, di mana gelombang Omicron menantang komitmen pemerintah terhadap langkah-langkah Zero-Covid yang kontroversial.

“Bagaimana kalau kejadian ini tidak sempat ditangkap oleh warga Shanghai?” ujar seorang komentator laporan media pemerintah.

"Panti jompo akan menjadi tempat terakhir bagi banyak lansia, terutama beberapa lansia kesepian yang tidak punya pilihan," kata yang lain.

“Siapa yang berani mengirim orang tua mereka ke panti jompo sekarang? Dan siapa yang berani tinggal di panti jompo dengan pikiran yang tenang?” pungkas rentetan komentar itu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya