Berita

Pusat vaksinasi Covid-19 di Taiwan/Net

Dunia

Walau Covid Melonjak, Taiwan: Kami Tak Akan Berlakukan Lockdown Sekejam China

MINGGU, 01 MEI 2022 | 10:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski mengalami lonjakan kasus Covid-19, Taiwan dengan tegas tidak akan memberlakukan kebijakan lockdown ketat seperti yang dilakukan oleh China karena terlalu kejam.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan, pihaknya memiliki kebijakan pengendalian pandemi yang telah dipuji oleh dunia.

"Kami tidak akan mengunci negara dan kota-kota sekejam China," ujarnya, ketika berbicara di Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan pada Minggu (1/5).


Ia mengatakan, Taiwan akan melakukan metode bertahap untuk mengendalikan kasus Covid-19.

"Kami punya rencana, dan ada ritme untuk itu," imbuhnya.

Setelah mengendalikan pandemi dengan kontrol perbatasan dan karantina yang ketat, Taiwan telah menghadapi lonjakan infeksi domestik sejak awal tahun ini, dengan sekitar 75 ribu infeksi didorong oleh varian Omicron.

Tetapi dengan lebih dari 99 persen dari mereka yang memiliki gejala ringan atau tidak ada gejala. Rendahnya tingkat kematian dan tingginya tingkat vaksinasi membuat pemerintah mulai melonggarkan pembatasan.

Kehidupan sebagian besar berjalan seperti biasa di Taiwan, meskipun ada gangguan di beberapa sekolah, dan pemerintah sedang mengincar pelonggaran aturan karantina lebih lanjut.

Semua kedatangan ke Taiwan harus diisolasi selama 10 hari.

Pekan lalu, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan model baru Taiwan dalam menangani pandemi akan menyebabkan banyak kematian.

Sebaliknya, China telah memberlakukan penguncian keras di Shanghai dan memperketat kontrol di ibu kota Beijing dengan kebijakan "Zero Covid".

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya