Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov /Net

Dunia

Rusia: Pencabutan Sanksi Adalah Bagian Dari Negosiasi Damai Perang Ukraina

MINGGU, 01 MEI 2022 | 00:05 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Rusia menyatakan bahwa pencabutan sanksi terhadap negaranya adalah bagian penting dari negosiasi damai antara Moskow dan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan proses negosiasi yang sulit itu tetap berlanjut setiap hari dan menegaskan bahwa pencabutan sanksi harus terjadi jika perjanjian damai dibentuk.

"Saat ini, delegasi Rusia dan Ukraina sebenarnya mendiskusikan rancangan perjanjian damai setiap hari melalui konferensi video," ujar Lavrov pada Situs Kementrian Luar Negeri Rusia, dikutip oleh NDTV, Sabtu (30/4).


“Agenda pembicaraan juga mencakup, antara lain, masalah denazifikasi, pengakuan realitas geopolitik baru, pencabutan sanksi, dan status bahasa Rusia di Ukraina. Kami mendukung untuk melanjutkan negosiasi, meskipun itu sulit,” tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Sebelumnya pada Jumat (29/4), Ukraina memperingatkan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri invasi Rusia pada bulan ketiga ini, berada kondisi bahaya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah bersikeras sejak invasi dimulai pada 24 Februari bahwa sanksi Barat terhadap Rusia perlu diperkuat dan tidak dapat menjadi bagian dari negosiasi.

Ukraina dan Rusia tidak mengadakan pembicaraan damai tatap muka sejak 29 Maret, dan suasana telah memburuk setelah tuduhan Ukraina bahwa pasukan Rusia melakukan genosida saat mereka mundur dari daerah Bucha. Moskow telah membantah klaim tersebut.

Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai operasi khusus untuk demiliterisasi dan denazifikasi tetangganya. Ukraina dan Barat mengatakan Rusia melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Sekutu Barat Ukraina telah menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Moskow. Mereka telah membekukan sekitar setengah dari emas negara Rusia dan cadangan mata uang asing, memukul ekonomi Rusia dan menempatkannya di ambang default.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya