Berita

Kapal tanker Anabelle yang ditangkap TNI AL di Perairan Barat Kalimantan/Net

Politik

DPR Minta Kapal Tanker Berbedera Asing Pembawa CPO Diusut Tuntas

SABTU, 30 APRIL 2022 | 09:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat penegak hukum didesak segera mengusut tuntas penyelundupan Crude Palm Oil (CPO) oleh Kapal Tanker MT Anabelle yang ditangkap TNI AL, Koarmada I di Perairan Barat Kalimantan.

Sebab, insiden tersebut telah melanggar aturan pemerintah yang melarang ekspor CPO dalam rangka mengamankan pasokan minyak goreng dalam negeri.

"Saya yakin bukan hanya ini, tentu ada pihak-pihak lain juga akan melakukan itu. Semua perairan yang keluar ini kita minta diawasi betul oleh aparat," tegas anggota Komisi V DPR RI fraksi Nasdem, Syarief Abdullah Alkadrie saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (30/4).


Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penghasil sawit terbesar. Oleh sebab itu, kelangkaan minyak goreng yang terjadi adalah sebuah ironi, apalagi dengan adanya ekspor CPO dian-diam.

"Saya mengatakan ini kejahatan kemanusiaan. Kita sedang langka minyak goreng mereka seenaknya aja ekspor. Jelas ini pelanggaran," sambungnya.

Di sisi lain, Syarief mengapresiasi TNI AU yang telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan oleh kapal berbendera Marshal Island dan dinakhodai seorang WN China, Zhao Junfeng, dengan 24 orang ABK.

"Barusan presiden mengeluarkan regulasi berkaitan dengan tidak ada ekspor, ternyata kurang dari sehari sudah ada yang nekat untuk melakukan ekspor itu," kata Syarief.

Menurut anggota DPR RI Dapil Kalbar ini, penyelundupan CPO oleh Kapal Tanker MT Anabelle itu harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Sebab, pemerintah telah berupaya mengantisipasi kelangkaan minyak goreng dengan melarang ekspor CPO tetapi oleh oknum-oknum tersebut masih terus dilakukan.

"Atas nama anggota DPR, saya meminta ini untuk dituntaskan dan ditindak. Karena kita tahu bersama persoalan Migor ini kan sudah hampir sekian bulan. Jadi saya kira ini harus serius ditindak sesuai dengan ketentuan yang ada," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya