Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Yulian Gunhar/Net

Politik

Gunhar: Resmi Larang Ekspor CPO dan Migor, Bukti Pemerintah Tegas Lawan Mafia

JUMAT, 29 APRIL 2022 | 17:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah resmi menerapkan kebijakan pelarangan sementara ekspor bahan baku minyak goreng berupa minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya serta minyak goreng (migor), yang berlaku mulai hari ini, Kamis (28/4/2022).

Menurut anggota Komisi VII DPR RI, Yulian Gunhar, kebijakan itu merupakan wujud ketegasan pemerintah melawan mafia minyak goreng, dengan mengambil alih berbagai peran strategis menyangkut kepentingan masyarakat.
"Walau keputusan presiden untuk larangan ekspor sempat diplintir atau disalahartikan, namun hari ini Jokowi  kembali tegaskan bahwa negara harus mengambil alih peran-peran strategis yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas, seperti sembako, BBM, dan LPG," kata Gunhar Jumat (29/4).

Selain itu, kebijakan pelarangan ekspor CPO dan minyak goreng menurutnya mengindikasikan pemerintah Jokowi dalam membuat kebijakan tidak hanya berdasar pada kepentingan ekonomi saja, namun juga harus mempertimbangkan kepentingan rakyat banyak.

Selain itu, kebijakan pelarangan ekspor CPO dan minyak goreng menurutnya mengindikasikan pemerintah Jokowi dalam membuat kebijakan tidak hanya berdasar pada kepentingan ekonomi saja, namun juga harus mempertimbangkan kepentingan rakyat banyak.

"Terbukti pula di era kepemimpinan Jokowi tidak ada perluasan HGU atau pembebasan lahan untuk perusahaan-perusahaan perkebunan," katanya.

Untuk memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan petani, menurut politisi PDI Perjungan ini, pemerintahan Jokowi diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap ketersediaan CPO.

Dalam pandangan Gunhar, pemerintah bisa memberikan ruang yang luas kepada BUMN dalam membangun kilang untuk CPO yang berasal dari petani rakyat, sehingga mereka dapat diberdayakan.

"Perlu kontrol pemerintah atas ketersediaan CPO, dengan memberikan ruang yang luas kepada BUMN PTPN untuk membangun kilang bagi CPO yang dibeli dari petani rakyat. Maka belajarlah ke negeri China, dalam memberdayakan petani" katanya.

Gunhar pun meminta kepada Jaksa Agung, kembali melakukan penertiban terhadap sektor-sektor pangan lain yang rawan terjadinya praktik monopoli, dan merugikan rakyat.

"Sektor-sektor pangan lain yang terindikasi terjadi praktik monopoli perlu juga ditertibkan, karena berdasarkan laporan KPPU begitu masifnya harga-harga di pasar itu dikendalikan oleh beberapa perusahaan kartel dagang," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya