Berita

Perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan/Net

Dunia

Korsel Tangkap Dua Warganya yang Diduga Bocorkan Informasi Intelijen untuk Korut

JUMAT, 29 APRIL 2022 | 12:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan menangkap dua warganya yang diduga menjadi mata-mata untuk Korea Utara. Salah satunya seorang kapten tentara yang masih bertugas.

Polisi Seoul pada Jumat (29/4) mengatakan telah menangkap seorang warga sipil dan kapten militer aktif yang tertangkap berusaha mencuri rahasia militer atas perintah agen Korea Utara.

Kapten berusia 29 tahun itu diduga memberikan informasi login untuk Sistem Komando dan Kontrol Gabungan Korea Selatan, jaringan komunikasi internal yang dijalankan militer, kepada mata-mata Pyongyang.


Sementara yang lainnya adalah seorang pengusaha berusia 38 tahun yang menjalankan perusahaan manajemen aset virtual. Ia dituduh memberikan kapten tentara sebuah jam tangan dengan kamera rahasia untuk membantu mengumpulkan informasi intelijen atas permintaan mata-mata Pyongyang.

Pengusaha itu juga diduga membeli dan merakit perangkat peretasan seperti USB yang disebut "Poison Tap" untuk mengakses Sistem Komando dan Kontrol Gabungan.

"Kedua pria itu telah ditangkap dengan tuduhan melanggar UU keamanan nasional," kata pejabat di Badan Kepolisian Nasional Korea kepada AFP.

Menurut keterangan polisi, pengusaha bertemu dengan mata-mata Pyongyang di komunitas online terkait mata uang kripto sekitar enam tahun lalu. Kemudian ketiganya berkomunikasi melalui Telegram.

Keduanya dibayar menggunakan kripto. Kapten tentara menerima 48 juta won atau Rp 550 juta, sementara pengusaha mendapatkan 600 ribu dolar AS atau Rp 6,8 miliar.

Awal bulan ini pihak berwenang AS mengatakan peretas yang terkait dengan Pyongyang bertanggung jawab atas pencurian mata uang kripto senilai 620 juta dolar AS yang menargetkan pemain game Axie Infinity pada Maret lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya