Berita

Menteri Iklim Polandia Anna Moskwa /Net

Dunia

Polandia Ancam Jerman, Austria, dan Hungaria Untuk Hentikan Pembayaran Gas Rusia Dengan Rubel

KAMIS, 28 APRIL 2022 | 20:02 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Polandia mengancam Austria, Jerman, dan Hungaria untuk berhenti memakai rubel dalam transaksi gas Eropa-Rusia.

Menteri Iklim Polandia Anna Moskwa mengatakan Uni Eropa harus menghukum negara-negara yang menggunakan rubel untuk membayar gas Rusia.

Polandia, salah satu pendukung kuat sanksi Uni Eropa terhadap Moskow, mengatakan blok itu harus melarang pembelian gas Rusia secara totalitas.


"Yang hilang dari kami (Uni Eropa) adalah sanksi penuh terhadap gas Rusia, terutama menjatuhkan sanksi 100 persen terhadap Gazprom (raksasa gas Rusia). Kami mengharapkan sanksi ini dapat terwujudkan," ujar Anna kepada media swasta negara Polsat News, Rabu malam (27/4).

Ia menambahkan bahwa negara yang masih ragu-ragu dalam menerapkan itu adalah Austria, Jerman dan Hungaria.

"Kami berharap ada konsekuensi bagi negara-negara ini (yang membayar dalam rubel). Konsekuensi itu akan membuat mereka berhenti membayar dalam rubel," tambah Anna.

Dia tidak merinci konsekuensi seperti apa yang ingin dilihat Polandia.

Kabar ini datang setelah Rusia menangguhkan ekspor gasnya via Gazprom ke Polandia pada Rabu.

Selain itu juga ada keputusan Perusahaan Listrik Jerman Uniper pada Kamis, bahwa mereka akan mentransfer pembayaran untuk gas Rusia ke bank Rusia dan tidak lagi ke bank yang berbasis di Eropa.
Sistem pembayaran gas baru Rusia, melibatkan pembukaan rekening di Gazprombank di mana pembayaran dalam euro atau dolar akan dikonversi ke rubel.

Kini Eropa tampak terpecah-belah, terutama tentang bagaimana mereka dapat terus membayar gas Rusia tanpa melanggar sanksi Eropa yang dijatuhkan atas invasinya ke Ukraina.

Hal ini disebabkan banyak negara di Eropa yang masih sangat bergantung pada impor energi Rusia.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya