Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Batam/Net

Politik

Jelang Lebaran, Menko Airlangga Tinjau Rantai Logistik dan Travel Bubble Batam

KAMIS, 28 APRIL 2022 | 16:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan peninjauan ke Pelabuhan Batu Ampar sebagai salah satu bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) di Kota Batam, Rabu (27/4).

Pelabuhan tersebut berperan menjadi International Transhipment Hub sebagai alih kapal, jasa bongkar muat mencapai 6,7 juta TEUs per tahun, jasa penumpukan barang dengan container yard seluas 112 hektare, jasa pandu dan tunda kapal, serta ship to ship dan floating storage unit (FSU).

Beberapa pengembangan infrastruktur fisik dilakukan di pelabuhan ini, mulai dari pembangunan pagar pelabuhan, perbaikan ROW jalan 30 meter, sampai pengadaan alat bongkar muat yang terdiri dari container crane, RTG, head truck, reach stacker 40 ton, top loader 40 ton, dan chassis.


Menyoal logistik, volume peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar terus meningkat, dari 407.777 TEUs  di tahun 2019 kini sudah 528.093 TEUs 2021 di tahun 2021 dan 123.895 TEUs (Januari-Maret 2022).

“Dengan meningkatnya fasilitas di pelabuhan, tentunya diharapkan biaya logistik akan menurun dan bongkar muat barang lebih cepat,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/4).

Selain itu, pintu pariwisata dengan negara lain juga sudah dibuka, termasuk dengan Singapura, di mana Indonesia menerapkan skema travel bubble Batam, Bintan, dan Singapura.

Bagi para pengunjung dari Singapura diminta memperlihatkan hasil tes antigen atau PCR negatif, serta surat vaksinasi.

Untuk melihat secara langsung pelaksanaan di lapangan, Menko Airlangga juga berkesempatan meninjau Pelabuhan Batam Center. Pelabuhan itu menjadi salah satu pusat kedatangan dan keberangkatan kapal feri penumpang dari Batam ke Singapura atau Malaysia.

Saat ini, jumlah pengunjung WNA yang datang melalui Pelabuhan Batam Center telah mencapai 300-400 orang per hari. Sisanya adalah WNI, termasuk PMI yang datang bisa mencapai 300 orang per hari dalam dua kapal selama masa mudik Lebaran.

Kondisi ini telah membaik signifikan dibandingkan masa awal pandemi dulu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya