Berita

Restorative justice kasus Ibu curi HP anak kandung oleh Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat/Ist

Presisi

Seorang Ibu Kandung Curi HP Anak Sendiri, Kini Kasusnya Ditutup Polisi

KAMIS, 28 APRIL 2022 | 09:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus seorang anak melaporkan ibu kandung dengan tuduhan pencurian handphone di Cakranegara Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ditutup.

Penutupan kasus tersebut setelah dilakukan penanganan hukum secara restoratif justice oleh polisi.

Pada Rabu (27/4) kemarin, Kapolresta Mataram, Kombes Heri Wahyudi bersama Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto mengunjungi rumah keduanya dengan membawa sejumlah bingkisan lebaran untuk membantu kesulitan ekonomi ibu dan anak tersebut.


"Kami mengapresiasi Polresta Mataram beserta jajarannya yang menangani kasus ini dengan cara restoratif justice," kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto, Kamis (28/4).

Ia berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Jika terjadi lagi, maka diharapkan bisa terselesaikan secara kekeluargaan agar tidak menimbulkan image negatif di mata masyarakat.

"Selalu jaga keluarga kita agar tetap sakinah mawadah warrahmah," katanya.

Sementara Kapolresta Mataram, Kombes Heri Wahyudi menuturkan, penyelesaian kasus tersebut dihentikan setelah diketahui bahwa yang mengambil HP milik korban adalah ibu kandungnya.

Kejadian pencurian itu terjadi pada 8 Desember 2021 silam dan langsung dilaporkan ke polisi oleh sang anak, Suhaini (44), warga Lingkungan Pandan Salas, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Dari hasil penyelidikan pada 23 April 2022, diketahui bahwa yang mengambil adalah Ibunya sendiri.

"Setelah mengetahui ibunya sebagai pelaku pencurian tersebut, korban minta kasus dihentikan," jelas Kapolres.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya