Berita

Kehancuran di Bucha, Ukraina/Net

Dunia

Ukraina: Rusia Lakukan 6.300 Kejahatan Perang Sejak Awal Invasi

SENIN, 25 APRIL 2022 | 16:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejak meluncurkan apa yang disebut sebagai "operasi militer khusus" ke Palestina, Rusia diklaim telah melakukan lebih dari 6.300 kejahatan perang.

Mengutip data dari pemerintah Ukraina yang diterima redaksi dari Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta pada Senin (25/4), kejahatan perang tersebut tercatat selama periode 24 Februari hingga 14 April 2022.

Menurut Ukraina, Rusia telah melanggar sejumlah hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dokumen Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE), Memorandum Budapest, hingga perjanjian bilateral.


"Selama periode 24 Februari 2022 hingga 14 April 2022, badan penegak hukum Ukraina mengungkapkan dan meluncurkan penyelidikan terhadap lebih dari 6.300 kejahatan perang yang dilakukan oleh prajurit angkatan bersenjata dan formasi militer lainnya dari Federasi Rusia," tulis keterangan tersebut.

Salah satu kejahatan perang yang paling besar merupakan pembantaian Bucha. Di samping itu, Ukraina mengklaim menemukan kuburan massal baru hampir setiap harinya.

Kejahatan-kejahatan perang tersebut termasuk menyerang atau membombardir tempat tinggal, menyerang objek sipil, pembunuhan disengaja, penyanderaan, penghancuran bangunan keagamaan dan pendidikan, penggunaan senjata yang dilarang, hingga penjarahan.

Untuk wilayah Kyiv, pemerintah Ukraina menyebut meluncurkan penyelidikan terhadap lebih dari 2.300 kejahatan perang, dengan 1.700 di antaranya dilakukan di Bucha.

Data dari pemerintah Ukraina menunjukkan, 3.042 warga sipil meninggal dunia akibat invasi. Sementara ribuan infrastruktur, hingga bangunan tempat tinggal hancur dan rusak.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya