Berita

Marder buatan Jerman/Net

Dunia

Cegah Jerman Kirim Senjata ke Ukraina, Swiss Blokir Ekspor Amunisinya

SENIN, 25 APRIL 2022 | 10:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Swiss telah mengambil langkah tegas untuk menghentikan Jerman mengirim senjata beratnya ke Ukraina di tengah invasi dengan Rusia.

Surat kabar Swiss, SonntagsZeitung melaporkan, Swiss telah menangguhkan ekspor ulang amunisi buatannya yang digunakan dalam kendaraan tempur infanteri Marder yang ingin diperoleh Ukraina.

Marder dibuat oleh produsen senjata Jerman, Rheinmetall, dan menggunakan amunisi yang diproduksi di Swiss.


Swiss sendiri membatasi ekspor senjata ke zona konflik.
Swiss telah mengadopsi sanksi Uni Eropa yang dirancang untuk menghukum Rusia karena menyerang Ukraina, tetapi mengatakan netralitasnya tidak mengizinkan penyediaan senjata di zona konflik.

Jurubicara Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi mengatakan telah menerima dua permintaan dari Jerman tentang pengiriman amunisi ke Ukraina.

"Kedua permintaan Jerman dijawab negatif dengan mengacu pada netralitas Swiss dan kriteria penolakan wajib dari undang-undang materi perang," kata jubir itu, seperti dikutip Reuters.

Berita itu muncul saat Kanselir Jerman Olaf Scholz menghadapi kritik yang meningkat atas kegagalan pemerintahnya mengirimkan senjata berat ke Ukraina, meski sekutu Barat lainnya meningkatkan pengiriman.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya