Berita

Kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia, Mikhail Mizintsev /Net

Dunia

Rusia: Ukraina Berencana Melakukan Rekayasa Bucha di Kota Lisichansk pada Wilayah Donbas

MINGGU, 24 APRIL 2022 | 19:53 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia Mikhail Mizintsev mengatakan, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan dinas khusus Inggris sedang merencanakan provokasi di Lisichansk serupa dengan yang di Bucha.

Ia mengatakan bahwa perwakilan dari media massa yang pernah ikut serta dalam rekaman yang dipentaskan di Bucha telah tiba di kota tersebut.

"Di Lisichansk, di Republik Rakyat Lugansk (salah satu wilayah Donbas), anggota SBU bersama dengan layanan khusus Inggris sedang mempersiapkan video palsu lainnya. Untuk tujuan ini, perwakilan dari media massa Ukraina dan Barat telah tiba di kota terlebih dahulu, mereka sebelumnya telah membuat rekayasa foto dan video di Bucha," ujar Mizintsev, dikutip dari TASS, Minggu (24/4)


Kemudian Ia menjelaskan bahwa pejabat militer Rusia telah mendapatkan laporan bahwa oleh otoritas Kiev akan merekayasa "kekejaman" Rusia di sana, dan direncanakan akan menyebar luas di media Barat dalam waktu mendekat.

Dia menambahkan bahwa Kiev sengaja menciptakan kondisi untuk provokasi oleh SBU pada hari Paskah untuk memicu gelombang baru Russophobia di Ukraina dan luar negeri.

“Tindakan provokatif dilakukan di tengah kampanye rezim Kiev di media Ukraina dengan menuduh Rusia mengorganisir ‘pemboman rudal terhadap fasilitas keagamaan’,” jelas Mizintsev.

Menurutnya, provokasi tersebut bertujuan untuk menjelekkan nama Gereja Ortodoks Ukraina Patriarkat Moskow.

Patriark Kirill, kepala Gereja Ortodoks Rusia, telah lama menjadi sekutu utama Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Tapi dukungan publiknya untuk Putin di Ukraina dianggap berlebihan bagi banyak orang Kristen Ortodoks, terutama orang Ukraina yang berada di bawah otoritas Patriarkat Moskow Kirill.

Sarjana Agama Sergei Chapnin dari Universitas Fordham mengatakan, sekitar setengah dari 45 keuskupan Ortodoks Ukraina telah berhenti menyebut Patriark Kirill selama doa. Ini bisa dibilang mereka secara "de facto" memisahkan diri dari otoritas Moskow.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya