Berita

Direktur Pelaksana Dana IMF, Kristalina Georgieva bersama dengan Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman pada KTT IMF dan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat, Kamis (21/4) /Net

Dunia

IMF Apresiasi Bantuan India Terhadap Sri Lanka Atasi Krisis Ekonomi

KAMIS, 21 APRIL 2022 | 23:06 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, mengapresiasi peran India dalam mendukung Sri Lanka atasi krisis ekonomi dan kemanusiaannya.

Kristalina berbagi pandangannya dengan Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman yang kini berada di Washington, Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia pada Kamis (21/4).

"Sitharaman mengindikasikan bahwa IMF harus mendukung dan segera memberikan bantuan keuangan ke Sri Lanka. Direktur Pelaksana IMF meyakinkan Menteri Keuangan kami bahwa IMF akan terus terlibat secara aktif dengan Sri Lanka," tulis pernyataan resmi pemerintahan India, dikutip oleh India Narrative, Kamis (21/4).


Sitharaman berada di pertemuan itu bersama delegasi Sri Lanka, delegasi itu sedang mencari dana talangan untuk negara kepulauannya yang dilanda krisis.

Dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Lanka Ali Sabry, delegasi secara resmi mendesak IMF untuk segera mencairkan dana yang dibutuhkan negara yang dilanda krisis itu.

Media Sri Lanka melaporkan bahwa delegasi tersebut kemungkinan akan meminta pinjaman sebesar 4 miliar dolar AS kepada IMF.

Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan dengan orang-orang yang memprotes setiap hari di ibu kota Kolombo selama hampir sebulan.

Negara ini telah menghadapi krisis bahan makanan dan bahan bakar, tidak tersedianya obat-obatan esensial, dan pemadaman listrik setiap hari.

Tidak dapat mengatasi kesulitan, banyak keluarga dari barat laut telah melarikan diri ke India dengan perahu.

Massa yang ikutan unjuk rasa menyerukan agar Presiden Rajapaksa Gotabaya mundur juga terjadi di seluruh pelosok negeri.

Suasana di pulau itu telah berubah menjadi antagonis terhadap keluarga Rajapaksa, yang menguasai segalanya dan memegang sejumlah besar portofolio di pemerintahan.

Persepsi publik adalah bahwa keluarga ‘raja’ itu membawa kehancuran bagi negara karena pemerintahannya yang buruk dan kedekatan Rajapaksa dengan China.

Sri Lanka yang bangkrut telah meminta diasporanya untuk mengirim devisa sehingga dapat memulai kembali impor barang-barang kebutuhan pokok, terutama pada pangan dan energi.

Negara itu juga telah meminta China untuk meminjamkannya tetapi hingga kini, China belum menanggapinya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya