Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Punya Peran Positif Selama Pandemi, Pemerintah Harus Beri Insentif Pelaku Usaha UMKM Perempuan

KAMIS, 21 APRIL 2022 | 16:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebagai salah satu tokoh penting dalam kemajuan perempuan Indonesia saat ini, warisan penting Kartini adalah menguatkan paradigma bahwa perempuan mempunyai potensi besar menjadi agen perubahan baik di keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Kartini mengajarkan, menunjukkan, dan mempraktikkan bahwa perempuan, apapun potensi dan kemampuannya, harus bisa memberi manfaat bagi orang lain. Seperti yang terjadi selama pandemi, banyak perempuan yang menjadi penyokong ekonomi keluarga dengan menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seperti disampaikan anggota DPD RI yang juga aktivis perempuan, Fahira Idris, di sektor informal terutama UMKM yang sejatinya merupakan tulang punggung ekonomi bangsa, perempuan Indonesia menjadi aktor utama penggeraknya.


Data BPS mencatat, sekitar 40,2 persen dari total 60,9 juta perempuan Indonesia bekerja di sektor informal terutama UMKM. Secara kepemilikan usaha, perempuan juga mendominasi.

“Di masa pandemi ini UMKM terus menjadi penopang ekonomi nasional dan para pelakunya kebanyakan adalah perempuan. Dapat dikatakan, UMKM menjadi pilar penting bagi Kartini-Kartini zaman now. Artinya, perempuan berperan signifikan membantu Pemerintah menopang ekonomi bangsa ini lewat geliat usaha yang mereka lakukan," kata Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4).

"Untuk itu, penting bagi Pemerintah memastikan adanya insentif khusus bagi semua pelaku UMKM terutama pelaku usaha perempuan,” imbuhnya.

Menurut Fahira, masa sebelum pandemi atau di masa normal, UMKM menyumbang 60% produk domestik bruto (PDB) secara nasional. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang ditopang dari konsumsi rumah tangga juga dominan digerakkan sektor UMKM.

Sumbangsih UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja bahkan mencapai 96% dari 133 juta angkatan kerja secara nasional serta menyumbang 14% dari total ekspor.

Artinya, lanjut Fahira, potensi UMKM yang sebagian besar digerakkan perempuan sebagai salah satu penopang ekonomi nasional cukup signifikan. Oleh karena itu, Pemerintah berkewajiban menjaga geliat UMKM agar terus dapat berkontribusi bagi ekonomi nasional di tengah pandemi saat ini.

"Saya meyakini, keberpihakan program UMKM kepada perempuan dipastikan mampu mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi ini. Namun, persoalannya, UMKM perempuan masih mengalami banyak permasalahan yang harus segera dicari solusinya oleh Pemerintah,” sebut Senator Jakarta ini.

Selain permodalan, akses perbankan dan pemasaran, salah satu kunci pelaku UMKM di masa pandemi ini adalah masuk dalam ekosistem ekonomi digital. Penguatan ekosistem digital mengambil peran penting dalam mendorong penetrasi UMKM dalam memasarkan produk.

Laporan dari We Are Social dan Hootsuite Januari 2021 mencatat bahwa angka pengguna internet di Indonesia sudah menembus 202,6 juta orang atau 73,7% dari total populasi Indonesia.

Persoalan utama pelaku UMKM yang didominasi perempuan selama pandemi ini, ujar Fahira, adalah kehabisan kas atau tabungan dan harus mengurangi tenaga kerjanya.

"Oleh karena itu sangat penting Pemerintah melakukan intervensi kebijakan dan program kepada pelaku UMKM terutama terkait literasi keuangan dan agar terhubung dengan ekosistem digital,” demikian Fahira.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya