Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Nego dengan Rwanda, Denmark Ingin Transfer Para Pencari Suaka

KAMIS, 21 APRIL 2022 | 13:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara-negara Eropa telah memperkenalkan kebijakan imigrasi yang semakin keras di tengah meningkatnya arus pengungsi. Seperti halnya Denmark yang berusaha memindahkan para pencari suaka ke Rwanda.

Menteri Imigrasi Denmark Mattias Tesfaye mengatakan tengah melakukan negosiasi dengan Rwanda terkait pengaturan prosedur transfer pencari suaka. Langkah serupa juga telah dilakukan Inggris pada pekan lalu.

"Dialog kami dengan pemerintah Rwanda mencakup mekanisme pemindahan pencari suaka," ujar Tesfaye kepada Reuters, Rabu (20/4).


Tesfaye menuturkan, kesepakatan ditujukan untuk memastikan agar transfer pencari suaka dilakukan dengan lebih bermartabat, daripada jaringan kriminal perdagangan manusia.

Tahun lalu, Denmark telah mengeluarkan UU yang memungkinkan pengungsi yang tiba di wilayahnya untuk dipindahkan ke pusat suaka di negara mitra.

Langkah tersebut menuai kritik dari para pembela hak asasi manusia, PBB, dan Komisi Eropa. Tetapi Denmark gagal menemukan negara mitra pada saat itu.

Selama setahun terakhir, Denmark telah mendekati negara-negara baik di dalam maupun di luar Uni Eropa tentang kemungkinan kesepakatan suaka, termasuk Tunisia dan Ethiopia. Denmark juga menandatangani perjanjian diplomatik dengan Rwanda tentang suaka dan masalah politik pada tahun lalu.

Komisi Uni Eropa mengatakan relokasi pengungsi di luar Eropa tidak mungkin dilakukan di bawah aturan Uni Eropa saat ini, tetapi Denmark dibebaskan dari beberapa aturan Uni Eropa, termasuk standar suaka.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya