Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto /Net

Politik

Fenomena Gunung Es, Mulyanto Minta Kejagung Tidak Berhenti di Komisaris dan Dirjen Perdaglu Kemendag

RABU, 20 APRIL 2022 | 23:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Terungkapnya kasus ekspor minyak goreng yang melibatkan Dijen Perdagangan Luar Negeri Kemendag dan korporasi besar mengindikasikan bahwa masalah mafia Migor seperti fenomena gunung es.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengaku prihatin perusahaan raksasa minyak goreng harus bertindak melawan hukum untuk meningkatkan keuntungannya.

Mulyanto berharap, ada aturan dan penindakan yang tegas diambil Pemerintah, tapi bukan hanya kepada oknum pengusaha, tetapi juga perusahaannya.


Menurut Politisi PKS ini, pemerintah harus introspeksi betul soal tersebut. Sebab, terungkapnya kasus yang menjerat pejabat Eselon I Kemendag ini membuktikan bahwa suatu kebijakan yang mandul, salah satu sebabnya adalah korupsi para pejabat pengambil kebijakan di belakangnya.
 
"Sulit kita mengharapkan munculnya kebijakan yang efektif kalau jajaran birokrasi sampai level tertinggi, yakni Dirjen, melakukan korupsi seperti ini. Karenanya, kalau memang terbukti, aparat hukum harus menindak tegas pelakunya,” demikian kata Mulyanto, Rabu (20/4).

Mulyanto mengatakan, jika pemerintah telah membersihkan birokrasinya, ke depan perlu ada sistem intervensi Pemerintah untuk tata niaga minyak goreng premium.

Dengan langkah itu, kata Mulyanto, mekanisme pasar tidak diserahkan ke pasar yang berimbas pada harga yang selangit. 

"Pemerintah harus hadir menata niaga minyak goreng premium ini agar menguntungkan masyarakat dengan harga yang terjangkau," jelas Mulyanto.

Selain itu, Mulyanto mengapresiasi langkah Kejagung menetapkan status tersangka atas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan beberapa pejabat di perusahaan swasta.

Ia berharap penyelidikan kasus ini perlu dikembangkan. Hal itu semata untuk mengungkap aktor-aktor lain di belakangnya, alias jangan hanya berhenti pada komisaris.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya