Berita

Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti di sela-sela buka puasa bersama di India House, Jakarta pada Selasa, 19 April 2022/RMOL

Dunia

Dubes Manoj Kumar Bharti Bantah Larangan Hijab di India

RABU, 20 APRIL 2022 | 18:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India adalah negara yang menjunjung tinggi toleransi, sehingga informasi seputar larangan penggunaan hijab di India adalah keliru.

Begitu yang ditegaskan oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti kepada wartawan di sela-sela acara buka puasa bersama di rumah dinasnya, India House, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/4).

Dubes Manoj menyebut telah terjadi misinformasi di publik terkait pelarangan jilbab di India. Ia menekankan, India tidak pernah melarang penggunaan jilbab oleh komunitas Muslim, namun ada beberapa sekolah yang membuat aturan ketat terkait seragam.


"Tidak ada larangan hijab di India. Yang ada adalah adanya pelanggaran aturan di suatu sekolah," ujar Dubes.

Informasi terkait larangan hijab di India dipicu oleh aturan sebuah sekolah di wilayah Karnataka yang meminta siswi tidak mengenakan simbol perempuan Muslim itu di kelas.

Aturan tersebut direspons dengan protes meluas di India, dan menyebabkan bentrokan antara komunitas Muslim dan Hindu. Akhirnya kasus tersebut dibawa ke pengadilan, dan hakim memutuskan untuk memenangkan pihak sekolah.

Di India, setiap sekolah memiliki regulasi terkait seragam. Terdapat sekolah yang mengizinkan penggunaan hijab, namun juga ada yang tidak.

Sayangnya, Dubes Manoj menyayangkan informasi ini menjadi keliru dengan menyebutkan India melarang penggunaan hijab.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Manoj mengatakan India adalah negara yang memiliki toleransi yang sangat tinggi. Itu lantaran ajaran filosofi yang sudah berkembang di masyarakat untuk waktu yang sangat lama, bahkan sebelum munculnya agama.

Dubes Manoj mengatakan, di balik Hinduisme, terdapat diktum bahwa "seluruh dunia adalah satu keluarga". Meski memiliki metode yang berbeda, baik itu melalui Kristen, Islam, Yahudi, Buddha, atau Hindu, namun pada dasarnya manusia berusaha mencari Tuhan.
 
"Dalam filosofi kami, itu adalah toleransi... Toleransi keberagamaan kami superior daripada konsep lain yang Anda tahu di dunia ini," ucapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya