Berita

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Nusantara

Petani Sulit Dapatkan BBM untuk Mesin Pertanian, Gubernur Sumut: Sedang Kita Urus

RABU, 20 APRIL 2022 | 18:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kesulitan yang dialami kalangan petani di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mendapatkan BBM untuk mesin pertanian mereka mendapat respons dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Menurut mantan Pangkostrad ini, kesulitan yang dialami petani akibat larangan pembelian BBM menggunakan jerigen meski akan digunakan untuk mesin pertanian adalah imbas dari upaya pemerintah untuk mencegah penggunaan BBM bersubsidi untuk kebutuhan industri dan pabrik.

"Aturannya memang begitu (tidak boleh gunakan jerigen) dalam rangka agar tidak menggunakan solar khususnya untuk kegiatan produksi. Tapi dipukul rata," katanya kepada wartawan, Rabu (20/4).


Kabijakan ini, menurut Edy Rahmayadi, harus ditinjau ulang. Karena efeknya sangat besar bagi beberapa kalangan masyarakat seperti kalangan nelayan yang membutuhkan BBM untuk melaut maupun untuk kalangan petani yang membutuhkan BBM untuk alat-alat pertanian.

Edy berjanji segera melakukan pembicaraan dengan seluruh pihak terkait mengenai persoalan ini.

"Ini sedang kita urus. Kebijakannya ada itu, nanti kita izinkan (pakai jerigen) tapi harus seizin dari pemerintahlah dulu," terangnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Sorotan atas kesulitan petani mendapatkan BBM untuk alat-alat pertanian dalam beberapa hari ini cukup mencuat. Kalangan petani menilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada mereka, sebab BBM yang mereka beli menggunakan wadah jerigen akan dipakai untuk mengoperasikan alat-alat pertanian seperti mesin pemotong rumput, mesin pompa, mesin perontok padi, mesin perontok jagung dan lainnya.

Pembelian menggunakan jerigen dianggap lebih efektif dibanding harus membawa seluruh peralatan tersebut ke SPBU yang letaknya juga sangat jauh.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya