Berita

Kerusakan infrastruktur di Mariupol, Ukraina sejak invasi Rusia/Net

Dunia

30 Persen Infrastruktur Babak Belur Selama Invasi, Ukraina Minta Aset Rusia yang Dibekukan untuk Rekonstruksi

SELASA, 19 APRIL 2022 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekitar 30 persen infrastruktur Ukraina telah rusak dan hancur selama invasi Rusia yang dimulai sejak 24 Februari lalu. Kerusakan tersebut setidaknya menelan biaya hingga 100 miliar dolar AS.

Menteri Infrastruktur Oleksander Kubrakov mengatakan, 20 persen hingga 30 persen dari semua infrastruktur di Ukraina mengalami kerusakan dan kehancuran dalam berbagai tingkat.

Ia menyebut ada lebih dari 300 jembatan di jalan nasional sudah hancur atau rusak, lebih dari 8.000 km jalan harus diperbaiki atau dibangun kembali, dan puluhan jembatan kereta api sudah diledakkan.


Sejauh ini ia memperkirakan kerusakan menelan biaya hingga 100 miliar dolar AS. Mereka para pejabat juga menilai kerusakan transportasi, rumah, dan lainnya sejauh ini sudah mencapai 500 miliar dolar AS.

"Hampir semua komponen infrastruktur transportasi kami rusak atau hancur," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Kubrakov menutuskan pihaknya telah memulai beberapa rekonstruksi di daerah-daerah yang sudah diambil alih pasukan Ukraina.

"Jika kita berbicara tentang jalan, jembatan, dan bangunan tempat tinggal, saya percaya bahwa hampir semuanya dapat dibangun kembali dalam dua tahun, jika semua orang bekerja dengan cepat," jelasnya.

Kubrakov mengharapkan negara-negara Barat dapat mendukung rekonstruksi Ukraina. Ia juga menambahkan bahwa dana dapat ditemukan dari berbagai sumber untuk mendukung upaya rekonstruksi, termasuk aset Rusia yang dibekukan.

"Ada beberapa sumber yang sedang dipertimbangkan. Yang pertama adalah aset Federasi Rusia yang sekarang dibekukan di hampir semua negara besar," ucapnya.

Uni Eropa telah berusaha untuk mengumpulkan dana internasional untuk rekonstruksi, sementara beberapa politisi Uni Eropa telah menyerukan untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan oleh Barat, termasuk 300 miliar dolar AS cadangan bank sentral Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya