Berita

Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Buktikan Terjadi Genosida, Zelensky Undang Macron Datangi Ukraina

SENIN, 18 APRIL 2022 | 01:57 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan dia telah mengundang timpalannya dari Prancis untuk mengunjungi Ukraina. Tujuan diundangnya itu untuk melihat sendiri bukti bahwa pasukan Rusia telah melakukan genosida, sebuah istilah yang dihindari oleh Presiden Emmanuel Macron.

"Saya berbicara dengannya kemarin," ujar Zelensky kepada CNN dalam wawancara yang direkam pada Jumat (15/4), tetapi disiarkan pada Minggu (17/4).

"Saya baru saja mengatakan kepadanya bahwa saya ingin dia mengerti bahwa ini bukan perang, tetapi genosida. Saya mengundangnya untuk datang ketika dia memiliki kesempatan. Dia akan datang dan melihat, dan saya yakin dia akan mengerti," jelasnya lebih lanjut.


Pemimpin Ukraina itu mengatakan, dia yakin Macron menghindari penggunaan istilah genosida, istilah yang sekarang digunakan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden terkait perang di Ukraina. Sebab, Macron takut merusak peluang keterlibatan diplomatik Prancis dengan Rusia.

Zelensky mengatakan bahwa penolakan Macron untuk menggunakan istilah genosida dalam wawancaranya pada Kamis (14/4) sangat menyakitkan bagi Ukraina.

Ketika ditanya, Macron mengatakan dia “akan berhati-hati dengan istilah seperti itu” dan mengatakan bahwa orang-orang Ukraina dan Rusia adalah “saudara.”

"Saya tidak akan memasuki eskalasi verbal (mengatakan Rusia telah melakukan genosida) tanpa menarik semua kesimpulan dan bukti nyata," ujar Macron kepada Radio Bleu, Kamis (14/4).

"Kata 'genosida' memiliki arti penting dan perlu dicirikan secara hukum, bukan oleh politisi," tambahnya.

Zelensky, dalam wawancara CNN-nya, mengatakan dia juga ingin melihat Biden mengunjungi Ukraina.

Zelensky mengatakan, dia juga berpikir Presiden AS Joe Biden akan datang di waktu mendatang, meskipun pejabat Gedung Putih mengatakan tidak ada rencana untuk melakukannya, dengan alasan keamanan sang presiden.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya