Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Laksono/Net

Politik

Keamanan Data Jadi Tantangan di Tengah Pesatnya Teknologi Digital

MINGGU, 17 APRIL 2022 | 19:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital di tanah air selama pandemi. Hal ini menjadi sesuatu yang positif, meskipun kondisi ini memunculkan tantangan bagi pemerintah dalam hal perlindungan data pribadi.

"Sebab saat ini perkembangan teknologi informasi semakin pesat, hampir seluruh aktivitas manusia saat ini tengah memasuki fase terdistrupsi oleh laju perkembangan dari teknologi digital," kata anggota DPR RI, Dave Akbarshah Laksono, di acara webinar Aptika Kominfo, di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakan Dave, saat ini pemerintah dan DPR tengah menggodok Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Apalagi di masa pandemi kemarin banyak terjadi peristiwa kebocoran data yang menimpa pemerintah maupun swasta.


Hal ini karena interaksi masyarakat di dunia digital semakin meningkat dari tahun ke tahun, bahkan di masa pandemi. Salah satunya bisa dilihat dari media sosial, di mana berdasarkan survei terbaru waktu yang dihabiskan orang memanfaatkan teknologi digital di media sosial secara global meningkat hampir 60% dalam 7 tahun terakhir.

"Akselerasi transformasi digital ini terjadi di tengah ketidaksiapan regulator dan juga pengguna. Oleh karena itu, pemerintah bersama DPR sepakat untuk menyusun peraturan perundang-undangan mengatur dunia digital lebih baik lagi," kata anggota Komisi I DPR RI ini.

Sementara itu, Head of Investment Pacific Capital Investment, David Manurung menilai, selain perlindungan data yang juga tak kalah penting adalah kualitas layanan industri telekomunikasi. Hal ini karena perkembangan digital membutuhkan layanan yang prima dari provider.

"Revolusi teknologi digital telah membuka cakrawala baru yang penuh dengan kesempatan emas. Banyak potensi di Indonesia yang dapat dioptimalkan dengan revolusi teknologi digital," kata David Manurung.

Terkait booming teknologi digital, sedikitnya ada tiga kunci utama yang akan menjadi tantangan ke depan. Yakni kualitas, kecepatan, dan keamanan data.

Ada banyak literatur dan riset independen yang memperlihatkan kondisi Indonesia masih terbilang tertinggal dalam ketiga kunci utama tersebut dibanding negara-negara lainnya.

"Meski kecepatan internet mobile download di Indonesia rata-rata naik menjadi mencapai 23,12 Mbps dari sebelumnya 21,96 Mbps, namun negara-negara lain tetap unggul dan RI cenderung tertinggal," jelas David.

Kondisi kecepatan internet download Indonesia yang tertinggal dari negara-negara tetangga bisa jadi dapat menghambat aliran masuk investasi asing khususnya di sektor telekomunikasi.

Dalam konteks ini, industri telekomunikasi harus diperkuat dengan realitas bahwa service of quality harus terus dikedepankan. Sudah waktunya negeri ini mentransformasi mindset bahwa kualitas, kecepatan, dan keamanan data di sektor teknologi digital menjadi keniscayaan.

"Kunci agar Indonesia mampu memberikan layanan teknologi digital yang berkualitas, cepat dan aman adalah dengan menciptakan industri telekomunikasi yang sehat. Di sini diperlukan peran penting pemerintah sebagai regulator maupun peran masing-masing pelaku industri," tutur David Manurung. 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya