Berita

Pengemudi Bajaj di Sri Lanka antre mengisi BBM/Net

Dunia

Bantu Sri Lanka, India Kirim 40 Ribu Metrik Ton Solar

MINGGU, 17 APRIL 2022 | 00:37 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Sri Lanka telah menerima 40,000 metrik ton solar dari India pada Sabtu siang ini (16/4). Bantuan ini merupakan bantuan keempat dari New Delhi untuk mengurangi lonjakan pemadaman listrik di negara pulau itu.

Di Sri Lanka, pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari 13 jam telah diberlakukan pada Kamis (14/4), pemadaman terlama sejak 1996, dimana pemogokan oleh karyawan entitas listrik negara menyebabkan pemadaman selama 72 jam di saat itu.

Pejabat badan bahan bakar negara, Dewan Listrik Ceylon (CEB) mengatakan, pasokan diesel India akan meringankan pemadaman listrik yang sedang berlangsung yakni sekitar 8,5 jam pada hari itu.


"Lebih banyak pasokan bahan bakar yang dikirim oleh #India ke #SriLanka! Konsinyasi 40.000 MT solar di bawah bantuan #India melalui lini kredit sebesar 500 juta dolar AS  telah diserahkan oleh Komisaris Tinggi kepada Menteri Energi Terhormat, Gamini Lokuge di #Colombo hari ini," kata Komisi Tinggi India, dikutip dari  India Times.

India baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang lini kredit (LoC) senilai 1 miliar dolar AS ke Sri Lanka, sebagai bagian dari bantuan keuangannya kepada negara tersebut untuk mengatasi krisis ekonomi menyusul LoC senilai 500 miliar dolar AS sebelumnya pada bulan Februari untuk membantunya membeli produk minyak bumi.

"Ini adalah pengiriman keempat di bawah LoC India. Bahan bakar yang dikirim dari #IndianWells ke orang-orang #SriLanka dalam 50 hari terakhir sekitar 200.000 Ton," tambah Komisi Tinggi.

CEB juga mengumumkan dimulainya kembali operasi power berating di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Kerawalapitiya setelah menerima pasokan dari LIOC, anak perusahaan Indian Oil Corporation (IOC) di Lanka.

LIOC akan memasok 6.000 MT solar ke pembangkit termal tersebut.

Sri Lanka saat ini mengalami krisis ekonomi terburuk dalam sejarah. Antrean panjang bahan bakar, gas untuk memasak, kekurangan pasokan kebutuhan pokok dan pemadaman listrik berjam-jam telah memicu keresahan publik di negara kepulauan itu.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya