Berita

Pedagang sayur di Salatiga, Jawa Tengah/Net

Nusantara

Memasuki Pertengahan Ramadhan, Harga Cabai di Salatiga Turun Drastis

JUMAT, 15 APRIL 2022 | 16:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Petani di Salatiga, Jawa Tengah, tengah terpukul. Penyebabnya, harga cabai di wilayah itu anjlok drastis. Cabai kini dijual hanya Rp 15 ribu per kilogram.

"Sempat sebelum Ramadan itu Rp 50 ribu per kilogram untuk cabai keriting merah, bahkan lebih tinggi lagi pernah. Tapi sekarang pertengahan puasa anjlok banget, cuma Rp 15 ribu per kilogramnya," kata Agus, seorang tengkulak sayur mayur di kawasan Pasar Raya Salatiga, Jumat (15/4).

Agus yang mendapatkan "bahan baku" cabai dari petani kawasan Gunung Merbabu, Kopeng, dan Boyolali itu kini hanya bisa menghabiskan stok dagangannya saja. Untuk kembali mengambil barang baru, ia harus berpikir dua kali.


"Belum itungan ongkos, upah yang bantu masih jauh. Jadi, sementara setop dulu," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Seorang pedagang di kawasan Pasar Blauran Salatiga yang biasa disapa Yu Yem menyebut, ia masih menjual cabai meski harga merosot tajam karena kasihan terhadap pelanggannya.

"Pelanggan saya dari kalangan rumah makan. Meski untung cuma seribu rupiah ya tetap menjualnya," tuturnya.

Untuk harga cabai kriting merah, diakuinya paling anjlok dibandingkan cabai jenis lainnya. Cabe rawit merah atau biasa disebut cabe setan, satu kilogram masih dijual Rp 20 ribu.

Harga cabai mengalami penurunan setelah ketersediaannya di beberapa pasar tradisional melimpah. Selain itu, faktor cuaca ikut mempengaruhi harga cabai saat ini.

Dari sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Salatiga, rata-rata menyebutkan, memasuki pertengahan bulan Ramadhan beberapa harga bahan pokok seperti cabai akan turun dari harga sebelumnya.

"Seperti tradisi," sebut Sari, seorang pedagang di Salatiga.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya