Berita

CEO Tesla, Elon Musk/Net

Dunia

Tawarkan Rp 588 Triliun Cash, Elon Musk Ingin Beli Twitter

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 19:45 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Bos Tesla, Elon Musk telah menawarkan untuk membeli Twitter dengan harga sekitar 41 miliar dolar AS atau Rp 588 trilion secara tunai.

Ia mengatakan bahwa perusahaan media sosial yang sering dikritiknya itu perlu menjadi perusahaan pribadi untuk melihat perubahan yang efektif.

Harga penawaran Musk ini kalau dilihat dari per sahamnya, akan sebesar 54,20 dolar AS per saham. Harga tersebut diambil dari data bursa yang diungkapkan dalam pengajuan pada Kamis (14/4).


Menurut data Refinitiv, nilai total kesepakatan dihitung berdasarkan 763,58 juta saham yang beredar.

Musk menolak tawaran untuk bergabung dengan pertemuan dewan Twitter awal pekan ini setelah ia terpilih menjadi dewan direksi di perusahaan itu.

Para analis saham mengatakan niat Elon adalah mengambil alih perusahaan karena kursi dewan hanya akan membatasi kepemilikannya di bawah 15 persen.

"Sejak melakukan investasi saya sekarang menyadari perusahaan tidak akan berkembang atau melayani kebutuhan sosial yang diminta warganet. Twitter perlu diubah sebagai perusahaan swasta," ujar Elon dalam sebuah surat kepada Ketua Twitter, Bret Taylor, dikutip dari Reuters, Kamis (14/4).

"Penawaran saya adalah penawaran terbaik dan terakhir saya, dan jika tidak diterima, saya perlu mempertimbangkan kembali posisi saya sebagai pemegang saham," tambahnya.

Elon mengatakan perusahaan perbankan investasi Amerika Serikat, Morgan Stanley adalah penasihat keuangan untuk tawaran itu.

Twitter tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Elon saat ini memiliki lebih 80 juta follower sejak dirinya bergabung dengan situs tersebut pada tahun 2009 dan telah menggunakan platform tersebut untuk membuat beberapa pengumuman, termasuk mengumumkan kesepakatan go-private untuk Tesla pada 2018.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya