Berita

Kondisi Ade Armando babak belur saat berlangsungnya demo BEM SI di depan Gedung DPR RI/RMOL

Publika

Surat Terbuka untuk Ade Armando: Kesombongan itu Menciderai Kehidupan

OLEH: RAMLI KAMIDIN*
RABU, 13 APRIL 2022 | 11:54 WIB

SEMUA kontroversi terhadap peristiwa pengeroyokan Ade Armando, itu tidak menghalangi terbukanya aib diri seorang yang sering mengatakan dirinya sebagai seorang intelektual punya ilmu.

Mencermati foto-foto dan video Ade Armando yang bertebaran di medsos nyaris bugil -ditelanjangi, entah itu sengaja direkayasa atau sungguhan oleh massa spontan yang sedang demo damai di gerbang utama DPR hari Senin, 11 April 2022.

Sebenarnya apa yang diinginkan kelompoknya Ade untuk memainkan peran konyol dalam "tanda petik" mengimbangi peserta demo damai mahasiswa.


Dan apa yang menjadi target dan berani melakukan peran aneh dalam situasi yang bertolak belakang dari sudut pandang seorang Ade Armando terhadap Rezim Jokowi yang secara terang-terangan selalu dibelanya?

Kelompok yang selama ini dicap netizen dan masyarakat luas sebagai buzzer yang selalu bertolak belakang dengan pikiran mahasiswa.

Bahkan BEM UI sewaktu mengkritik Jokowi dengan sebutan "JOKOWI THE KING OF LIP SERVICE", Ade Armando yang sekampus dengan mahasiswa tersebut pernah mengatakan BEM UI dangkal berpikir dan pandir.

Reaksi dan kritik mahasiswa akhir-akhir ini kepada rezim Jokowi yang antidemokrasi dan salah urus ekonomi, membuat Ade Armando kehilangan 'tuts laptopnya' untuk mendesain perlawanannya sebagai aktor pembela utama rezim pemerintahan jokowi.

Saya melihat ada kegalauan menghadapi peningkatan eskalasi kebangkitan mahasiswa dan akar rumput yang berani turun unras seluruh penjuru nusantara.

Perubahan sikap tiba-tiba ini tentu mengundang tanda tanya. Apakah terjadi perubahan strategi... dari Kakak Pembina untuk menjadikan Ade Armando dengan CokroTV sebagai saluran propaganda baru untuk mengacaukan opini tuntutan mahasiswa dan emak-emak dengan  membangun narasi besar yang lebih merakyat?

Atau Ade Armando sedang berakrobat berkreasi dengan pola komunikasi yang lebih soft untuk mendapatkan tempat istimewa di dalam rezim, maupun publik?

Walaupun demikian, perubahan sikap Ade Armando ini tidak akan mengubah persepsi publik bahwa dia adalah iguana yang bisa setiap saat berubah-ubah penampilan dan gaya.

Memori publik sudah tertanam kuat bahwa Ade Armando adalah sosok penista agama yang tidak tersentuh hukum.

Nyinyir dan nyeleneh terhadap umat Islam, terutama dan pelecehan terhadap agama Islam sudah melampaui kepatutan hingga masuk wilayah ujaran kebencian.

Senin 11 April 2022 boleh dikatakan adalah hari balasan penistaan bagi dirinya. Seorang intelektual kampus bergelar doktor harus dipermalukan di atas aspal jalan raya nyaris telanjang bulat.

Tragis... apa pun pembelaannya tak punya arti.

Sebagai sosok berilmu, tindakannya cukup urakan dengan memakai kaos indentitas aktivis pergerakan PIS, menunjukkan dia tidak sedang memainkan peran cendekia.

Selaku pakar komunikasi... Dia justru merendahkan marwah intelektual, bahkan menurunkan kelasnya.

Pernyataan menggunakan akal sehat dan kecerdasan yang sering terucap dalam ucapannya di perdebatan-perdebatan publik seakan tenggelam dalam semangat tampil melawan opini dan kesombongan diri.

Kuasa, Allah SWT, bagi yang beriman sungguh meyakini pasti ada cara untuk menahan perbuatan-perbuatan menyimpang dari ciptaannya dengan cara yang tidak diketahui, itulah takdir.

Mungkin saja dalam benak Ade Armando, kehadirannya di arena demo damai mahasiswa bisa mengundang simpati karena juga membawa misi yang sama, yaitu penolakan atas presiden 3 periode.

Ternyata kehadirannya membawa bencana, dia tidak diperlukan, emak-emak pun berteriak kencang ngapain ke sini si penista Ade Armando... saatnya detik-detik musibah itu menghampiri.

Tidak terbayangkan ungkapan dia saat wawancara live di Akbar Faisal Official mengatakan bahwa dirinya memang dilindungi oleh pemerintah rezim Jokowi dan memang orang seperti saya ini dibutuhkan.

Ternyata menjadi bumerang atas dirinya mungkin saja AA dalam perlindungan aparat keamanan, tapi ternyata tidak sanggup juga melindungi. Terjadilah peristiwa tragis tersebut, betul-betul dipermalukan dihina sehina-hinanya.

Peristiwa Ade Armando, Senin 11 April 2022 akan menjadi documenta historica dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Indonesia   bahwa seorang dosen senior bergelar doktor dari sebuah perguruan tinggi ranking terbaik di Indonesia ditelanjangi di hadapan publik unjuk rasa yang jelas-jelas membela rezim penguasa saat ini.

Penganiayaan dan pengeroyokan Senin, 11 April 2022 ini bisa dikatakan pembalasan dendam masyarakat yang merasa terhina atas ulah AA yang selama ini di pertontonkan dengan sombong.

Hal ini menjadi peringatan kepada setiap orang yang punya kapasitas dan menjadi pesan politik kepada siapa pun agar selalu menggunakan nurani dan tidak bermain-main dengan kekuasaan untuk menindas.

Jangan lupa di atas langit masih ada langit. Wamakaru wamakarallah wallahu khairul makirin...! bagi insan yang percaya.

Ade Armando didukung teman-temannya tentu dengan beribu pernyataan pembelaan bahwa Ade Armando dianiaya oleh kelompok intoleran dan radikal... itu haknya.

Yang jelas, peristiwa sudah terjadi.

Wallahu A'lam Bishawab.

*Pegiat Kebijakan dan Aktivis Narasi Institute

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya