Berita

Aktifitas masyarakat Taiwan/Net

Dunia

Simulasikan Invasi China, Taiwan Rilis Buku Pegangan Skenario Perang untuk Warganya

RABU, 13 APRIL 2022 | 01:59 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Militer Taiwan telah merilis buku pegangan tentang pertahanan sipil untuk pertama kalinya.

Isi dari buku pegangan itu memberikan panduan kelangsungan hidup warga dalam skenario perang seperti saat invasi Rusia ke Ukraina, dengan mensimulasikan skenario tersebut dengan pelaku tetangganya, China.

Buku pegangan Taiwan yang dirilis pada Selasa (14/4) ini, merinci cara menemukan tempat perlindungan bom melalui aplikasi smartphone, persediaan air dan makanan, serta tips untuk menyiapkan kotak P3K darurat.


"Kami memberikan informasi tentang bagaimana warga harus bereaksi dalam krisis militer dan kemungkinan bencana yang akan datang," ujar Liu Tai-yi, seorang pejabat dari unit All-Out Defence Mobilisation, dikutip oleh Reuters, Selasa (12/4).

Buku itu akan juga membahas kesiapan keselamatan dan membantu orang untuk bertahan hidup, tambahnya.

Dia mengatakan, buku pegangan yang diambil dari panduan serupa yang dikeluarkan oleh Swedia dan Jepang, akan diperbarui lebih lanjut dengan informasi lokal seperti tempat penampungan, rumah sakit dan toko untuk kebutuhan sehari-hari.

Buku pegangan ini menggunakan komik dan gambar dengan tips-tips untuk bertahan dari serangan militer, seperti bagaimana membedakan sirene serangan udara dan cara berlindung dari rudal.

Perencanaan untuk buku pegangan tersebut didahului oleh serangan Rusia terhadap tetangganya, yang telah memicu perdebatan tentang implikasinya bagi Taiwan dan cara-cara untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti reformasi pelatihan pasukan cadangan untuk melawan invasi China.

Taiwan belum melaporkan tanda-tanda invasi segera dari pihak China, tetapi telah meningkatkan tingkat siaganya sejak awal perang di Ukraina.

Militer China sampai saat ini masih beroperasi di perbatasan Taiwan, dan telah meningkatkan kegiatan militer di dekatnya dalam dua tahun terakhir, untuk menekannya agar menerima klaim One-China-nya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya