Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Mahathir Mohamad: Ketidakstabilan Politik Membuat Malaysia Tidak Dihormati Negara Lain

SENIN, 11 APRIL 2022 | 14:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyoroti fenomena banyaknya politisi negeri jiran yang berpindah partai politik, memicu ketidakstabilan politik.

Berbicara selama sesi debat di parlemen pada Senin (11/4), Mahathir yang juga pendiri Partai Pejuang mengatakan, ketidakstabilan politik saat ini menjadi salah satu alasan mengapa Malaysia tidak dihormati oleh negara lain.

Di samping itu, dengan banyaknya pembelotan, maka kedudukan Perdana Menteri Ismail Sabri yang berasal dari koalisi Perikatan Nasional dan Barisan Nasional menjadi diperdebatkan.


Hal itu membuat negara tertentu tidak memberikan perlakuan yang layak kepada Ismail Sabri.

“Ini menunjukkan bahwa RUU anti-pelompatan partai harus disahkan, tetapi seharusnya hanya terbatas pada anggota parlemen terpilih dan anggota dewan negara bagian dan bukan warga Malaysia biasa,” kata Mahathir, seperti dikutip The Star.

Mahathir mengatakan UU tersebut akan menjamin hak individu untuk berserikat.

Sebanyak 65 anggota parlemen telah terdaftar untuk memperdebatkan amandemen di Parlemen pada Senin yang melibatkan Pasal 10 Konstitusi Federal untuk memungkinkan UU baru yang melarang anggota parlemen berpindah partai.

Saat ini, pemerintahan yang terdiri dari Perikatan dan Barisan dipimpin oleh Ismail Sabri sebagai perdana menteri.

Ismail Sabri diangkat menyusul pengunduran diri mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Agustus 2021 setelah 17 bulan berkuasa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya