Berita

Massa demonstran pro-Rusia/Net

Dunia

Demo Pro-Rusia Terjadi di Jerman, Berhadapan Dengan Massa Pro-Ukraina

SENIN, 11 APRIL 2022 | 04:54 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Sejak perang Ukraina dimulai, warga Rusia dan beberapa warga Jerman di seluruh bagian negeri Jerman telah melakukan protes massal dengan slogan "Stop Russianphobic" dan menuntut pemerintahan Jerman untuk tidak tergesa-gesa dalam bertindak dalam konflik tersebut.

Sekitar 600 pengunjuk rasa pro-Rusia diikuti 350 iring-iringan mobil berangkat pada demonstrasi di Hanover pada Minggu (10/4). Di saat yang sama, demonstrasi balasan sekitar 700 orang yang mendukung Ukraina juga berkumpul di balaikota.

Dilaporkan Reuters, iring-iringan itu mengibarkan bendera Rusia dan juga beberapa bendera Jerman, mereka memprotes diskriminasi di Jerman terhadap Rusia setelah invasi Ukraina.


Polisi setempat mengatakan pagar telah dipasang untuk memisahkan pengunjuk rasa pro-Rusia dari kontra dan mereka menambahkan bahwa protes sejauh ini damai.

Selain Hanover, di Frankfurt, pengunjuk rasa pro-Rusia juga melakukan aksi demonstrasi di pusat balai kota.

Demonstran pro-Ukraina juga berkumpul di dua lokasi lain di Frankfurt, dengan spanduk "Hentikan Perang" dan bendera Ukraina dicat di wajah mereka.

Polisi Frankfurt mengatakan, mereka tidak dapat memastikan berapa jumlah pendemo yang ada. Namun, pejabat Frankfurt memperkirakan sekitar 2.000 orang mengikuti pawai pro-Rusia.

Pihak berwenang setempat telah memperingatkan menjelang protes bahwa propaganda perang Rusia atau dukungan agresi Rusia tidak akan ditoleransi.

"Kami tidak akan membiarkan hak dasar kami untuk berkumpul dan protes dieksploitasi untuk propaganda perang Rusia di jalan-jalan Jerman," ujar Menteri Dalam negeri Lower-Saxony, Boris Pistorius.

Menurut data pemerintahan, Sekitar 1,2 juta warga Rusia tinggal di Jerman. Sedangkan untuk warga Ukraina, ada Sekitar 325 ribu jiwa tinggal di Jerman sebelum invasi Rusia, tetapi jumlahnya bertambah menjadi 641 ribu sejak invasi dimulai.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya