Berita

Vincent Bollore/Net

Dunia

Vincent Bollore, Sang Maestro Media dan Kingmaker Prancis

SENIN, 11 APRIL 2022 | 01:59 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Melihat pemilihan umum Presiden Prancis yang berlangsung pada saat ini dengan menampilkan dua kandidat utama, satu sentris yang dipimpin oleh Emmanuel Macron, yang lainnya dari sayap kanan yang dipimpin oleh Marine Le Pen, tidak ada yang mengetahui bahwa faktanya itu semua hanyalah tontonan permainan politik oligarki elit Prancis yang dikepalai oleh hantu maestro media yang bahkan namanya tidak tercantum di pemilu tersebut.

Ditulis pada kolom opini The New York Times oleh jurnalis dan pengamat politik Prancis veteran, Harrison Stetler pada Kamis (7/4), Stetler menjelaskan bahwa seluruh permainan politik dalam pemilu terkini, maupun itu dari kandidat kanan, sentris, bahkan kiri, itu semua didalangi oleh Vincent Bollore.

Bollore adalah Media Mogul Prancis, atau kata lainnya raja media Prancis. Dia adalah CEO dari Bollore Group yang mengepalai mayoritas media politik di Prancis.


Stetler mengatakan, lewat tongkat media tersakti milik Bollore, yakni CNews, Bollore dapat menagungkan tokoh-tokoh sayap kanan yang diperhatikan sebagai gelombang segar dalam campur aduk politik di Prancis.

Dikatakan oleh Stetler, Bollore adalah keturunan dari keluarga industri media yang bersejarah, Bollore memiliki kekuatan agenda politik yang menakutkan. Outletnya yakni CNews, yang dikenal karena mengadopsi bakat politik sampai ke akar dan bergaya Fox News, memainkan peran besar dalam mengarahkan pemilu ini.

“Tiga kandidat dari kanan (Marine Le Pen, Eric Zemmour, dan Valerie Pecresse) dan sebagian besar dari kelas politik, pada kenyataannya hanya mendaur ulang, dalam berbagai nuansa, dari pesan yang berjalan berulang-ulang di jaringannya (Bollore),” tulis Stetler.

“Mereka yang ingin mencoba untuk menangani perkembangan politik di Prancis hanya cukup dengan melirik Mr. Bolloré, yang namanya saja sudah menjadi ikon politik dan kekuatan oligarki Prancis. Mr Bolloré adalah pemimpin suasana berbahaya di puncak masyarakat Prancis, yang jauh melampaui kaum elit konservatif,” tambahnya.

Stetler menjelaskan, Bollore yang memiliki kerajaan media super kanan, selalu mengkaitkan Macron yang mengakui dirinya sebagai pemersatu kaum kiri dan kanan, dengan agen-agen politik kanan  CNews.

“Pada bulan Januari, mengutip hanya satu contoh baru-baru ini, Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer (anggota partai Macron) memberikan pidato pengantar pada kolokium dua hari di Sorbonne, tentang bahaya “wokist” dan politik identitas progresif. Mr. Blanquer di pidato tersebut digandengkan dengan Mathieu Bock-Côté, seorang polemis yang saat ini mengisi slot prime-time Mr. Zemmour (oposisi Macron yang ekstrim kanan) di CNews,” jelasnya.

Stetler menjelaskan bahwa menurut Bollore, Prancis berada di puncak hilangnya ketertiban dan kesopanan berpolitik, hanya sepercik dari perang saudara.

Wokist dan Islam-kiri yang awalnya diilhami Amerika adalah istilah yang digunakan CNews sebagai sinonim untuk aktivis, intelektual, dan politisi progresif yang sedang menyusun rencana untuk mengebiri Prancis dan tradisi republiknya.

Imigran adalah pembawa bendera dari kedua stigma tersebut di seluruh kolom CNews, jelas Stetler. Jadi sangat jelas bila ada kandidat pemilu yang ingin mengusir imigran dari negara itu akan mendapatkan respons positif dari masyarakat Prancis secara umumnya.

Stetler mengatakan, Hal ini terlihat sangat dominan pada kampanye Eric Zemmour, seorang personalita Televisi yang merupakan hasil didikan CNews.

“Zemmour yang lama dikenal karena ratapannya tentang kemunduran Prancis dan gerutunya atas apa yang dilihat sayap kanan sebagai “sang perubah” populasi kulit putih Prancis, Ia meluncurkan pencalonan presidennya, menjalankan kampanye sayap kanan yang paling kontroversial, menyerukan deportasi massal imigran dan asimilasi etnis minoritas yang dipaksakan,” tulis Stetler.

Di akhir tulisan, Stetler merangkum opininya dengan mengatakan, Pada tahun 2022, budaya politik Prancis telah menjadi lingkaran, dan Mr. Bolloré lah yang menggambar lingkaran itu. Siapa pun yang memenangkan pemilu, Mr. Bolloré akan merenung sejenak, dan mengatakan pekerjaannya telah berjalan dengan baik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya