Berita

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht/Net

Dunia

Suplai Senjata Ke Ukraina, Jerman Akui Mulai Kehabisan Stok Persenjataan

SENIN, 11 APRIL 2022 | 00:54 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Jerman mulai mengakui bahwa stok persenjataannya mulai menipis seiring negara itu memasok senjata ke Ukraina sejak perang Ukraina berlangsung.

Mereka mengatakan hampir tidak mungkin bagi Jerman untuk memasok Ukraina dikemudian hari hanya dari stok persenjataan militer Jerman Bundeswehr, dan pengiriman lebih lanjut harus dilakukan melalui industri senjata swasta di negeri itu.

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht pada Minggu (10/4) mengatakan, bahwa tidak ada kemungkinan yang tersisa untuk memasok Ukraina dengan senjata dan peralatan langsung dari persediaan Bundeswehr.


Berbicara kepada surat kabar Augsburger Allgemeine, Lambrecht mengatakan, untuk mempertahankan kemampuan pertahanan Jerman, pengiriman masa depan ke Ukraina harus dilakukan secara langsung melalui kontrak dengan industri pertahanan swasta.

"Untuk itu, kami terus berkoordinasi dengan Ukraina," ujar Lambrecht.

"Namun, dalam hal pengiriman dari stok Bundeswehr, saya harus jujur, kami sekarang telah mencapai batasnya (stok mulai habis)," tambahnya.

Lambrecht mengatakan, Bundeswehr harus dapat memastikan pertahanan nasional dengan memiliki persenjataan yang cukup.

"Tapi itu tidak berarti kita tidak bisa berbuat lebih banyak untuk Ukraina," tegasnya, merujuk kepada bantuan lain selain bantuan militer.

Hanya saja, dia tidak memberikan rincian tentang pengiriman senjata Jerman ke Ukraina.

"Ada alasan bagus mengapa kami mengklasifikasikan informasi ini. Saat pengiriman dipublikasikan secara rinci, Rusia juga akan memiliki informasi ini. Dan itu saja akan memiliki implikasi strategis militer,” pungkas Lambrecht.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya