Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kemlu Ukraina: Sejak Awal Invasi, 443 Diplomat Rusia Sudah Diusir dari Banyak Negara

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 13:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tercatat semakin banyak negara, khususnya negara Barat, yang mengambil tindakan tegas dengan mengusir diplomat Rusia setelah Moskow menginvasi Ukraina.

Data dari Kementerian Luar Negeri Ukraina yang diterima redaksi per Minggu (10/4) menunjukkan, total sudah ada sebanyak 443 diplomat Rusia yang diusir.

Beberapa negara yang mengurangi kehadiran diplomat Rusia di antaranya Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Republik Ceko.


"Dunia menanggapi perang Rusia yang tidak adil dengan mengusir diplomat Rusia... Langkah ini merupakan aksi solidaritas dengan Ukraina, kelanjutan dari upaya memperkuat isolasi global Rusia," kata Kemlu Ukraina.

Kemlu Ukraina menilai, pengusiran diplomat adalah tanggapan terkoordinasi mitra terhadap kegiatan spionase subversif diplomat Rusia.

Itu lantaran mereka menyebut, selama bertahun-tahun, diplomat Rusia telah menyebarkan narasi propaganda dalam upaya untuk mengubah kenyataan dan menyembunyikan wajah asli Kremlin.

Lebih lanjut, Kemlu Ukraina juga meminta lebih banyak tekanan terhadap Rusia untuk segera menghentikan perang.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya