Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Zelensky: Dunia Perlu Segera Embargo Minyak Rusia, Ukraina Tak Punya Waktu Menunggu

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 12:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ukraina tidak punya waktu untuk menunggu, sehingga seluruh harus segera melakukan embargo terhadap minyak dan gas Rusia.

Begitu yang dikatakan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dalam pidatonya pada hari ke-45 invasi Rusia, Sabtu (9/4).

Zelensky menekankan perlunya pembatasan yang lebih ketat dan "menyakitkan" pada arus kas Rusia, yaitu dengan melakukan embargo minyak dan gas.


“Ukraina tidak punya waktu untuk menunggu. Kebebasan tidak punya waktu untuk menunggu. Ketika tirani melancarkan agresi terhadap segala sesuatu yang menjaga perdamaian di Eropa, tindakan harus segera diambil. Ini perlu untuk bertindak dengan cara yang berprinsip," ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency.

Ia mengatakan, embargo minyak Rusia menjadi langkah pertama yang seharusnya dilakukan oleh semua negara demokrasi di seluruh dunia.

"Maka Rusia akan merasakannya. Maka itu akan menjadi argumen bagi mereka untuk mencari perdamaian, untuk menghentikan kekerasan yang tidak berguna," tambahnya.

Menyinggung kunjungan Perdana Menteri Boris Johnson Kyiv pada Sabtu, Zelensky menyebut Inggris telah berkomitmen untuk memberikan lebih banyak bantuan militer dan ekonomi ke Ukraina.

Zelensky mengatakan kepemimpinan Inggris dalam memberikan bantuan yang diperlukan Ukraina, terutama dalam hal pertahanan, dan kepemimpinan dalam kebijakan sanksi akan tetap selamanya dalam sejarah.

Dia juga berterima kasih kepada semua orang atas lebih dari 10 miliar dolar AS yang terkumpul untuk Ukraina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena perang sebagai bagian dari kampanye "Stand Up for Ukraina" global, yang diselenggarakan oleh ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya