Berita

Presiden Iran, Ebrahim Raisi/Net

Dunia

Tegas, Ebrahim Raisi: Iran Tak Akan Mundur dari Hak Mengembangkan Nuklir Secara Damai

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 07:57 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Teheran tidak akan melepaskan haknya untuk mengembangkan industri nuklir tujuan damai, dan semua pihak yang terlibat dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 harus menghormati ini.

Begitu yang ditegaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi kepada media, dikutip dari Reuters, Sabtu (9/4).

"Untuk lebih ratusan kalinya, pesan kami dari Teheran ke Wina adalah bahwa kami tidak akan mundur dari hak-hak nuklir rakyat Iran, tidak untuk sedikit pun," tegas Raisi.


Pembicaraan untuk menghidupkan kembali Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) telah berlangsung selama 11 bulan antara Iran dan Amerika Serikat di Wina.

Saat ini proses terhenti karena kedua belah pihak mengatakan keputusan politik diperlukan oleh Teheran dan Washington untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.

AS kini sedang mempertimbangkan untuk menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dari daftar hitam organisasi teroris asing (FTO) sebagai imbalan atas jaminan Iran tentang mengekang pasukan elit tersebut.

Tetapi baru-baru ini, pemerintahan AS menegaskan pihaknya tidak akan menghapus IRGC dari daftar FTO-nya selama di bawah kekuasaan Presiden Joe Biden.

Seorang diplomat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menolak proposal AS untuk mengatasi mandeknya negosiasi. Dikatakan oleh AS pada proposal itu, IRGC dan Pasukan Quds harus tetap berada dalam FTO, sambil menghapus IRGC sebagai entitas.

IRGC adalah faksi kuat di Iran yang mengendalikan bisnis, pasukan elit bersenjata dan intelijen di negeri tersebut. IRGC dituduh Washington melakukan kampanye teroris global.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya