Berita

Sekjen Persatuan Nasional Aktivis (Pena) 98 Adian Napitupulu/Net

Politik

Adian Napitpulu: Tidak di Istana dan Gerakan Jalanan, Semua ada Oknum Lempar Batu Sembunyi Tangan

SABTU, 09 APRIL 2022 | 01:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Adanya rencana demo besar-besaran ke Istana Negara tanggal 11 April 2022 mendatang, mendapat tanggapan beragam dari kalangan aktivis.

Salah satunya Sekjen Persatuan Nasional Aktivis (Pena) 98 Adian Napitupulu, yang merasa heran terkait isu besar demonstrasi itu, yakni perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Sebab, kata dia, yang bicara perpanjangan masa jabatan oresiden bukanlah Jokowi, tetapi ada dari beberapa menteri di kabinet dan ketua umum partai politik.


"Tapi sekali lagi kenapa yang didemo Jokowi?" ujar Adian dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (8/4).

Atas dasar itu, Adian menilai wacana perpanjangan masa jabatan presiden itu ramai di sosial media baik Whatsapp, Tiktok dan lain-lain muncul beragam narasi tuntutan yang berkembang.

Bahkan, tidak lagi soal wacana perpanjangan maupun tiga periode belaka, sekarang bahkan ada poster atas nama Mahasiswa yang isinya menuntut agar Jokowi mundur dari jabatan presiden.

"Untunglah mahasiswa segera membantah bahwa tuntutan Jokowi mundur bukanlah tuntutan Mahasiswa dan poster itu hoax belaka," kata Adian.

Adian mengatakan, di lingkaran pemerintah sendiri ada yang melempar wacana lalu sembunyi. Demikian halnya dengan adanya rencana demo mahasiswa juga ada yang melempar poster lalu sembunyi.

"Mau di manapun itu, Istana maupun jalanan, sepertinya para 'pelempar batu sembunyi tangan' itu mungkin selalu ada walau dilakukan orang yang berbeda namun berangkat dari motif yang sama yaitu, duduk di lingkaran kekuasaan," sesalnya.

"Ada yang ingin kekuasaan melalui perpanjangan masa jabatan ada juga yang melalui penggulingan kekuasaan," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya