Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri/Net

Politik

Firli Bahuri Usul Desain Pendidikan Memuat Nilai-nilai Antikorupsi Sejak Dini

SABTU, 09 APRIL 2022 | 00:10 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri menulis catatan ringan, memasuki pekan kedua bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah ini.

Catatan yang ia beri judul “Esensi serta Hikmah Ramadhan untuk Menggapai Ketaqwaan Umat Agar Mampu Mengontrol Hawa Nafsu Khususnya Ketamakan, Sisi Kelam Pemicu Korupsi” itu, diunggah di akun Twitternya @firlibahuri, Jumat malam (8/4).

Dalam catatannya itu, Firli mengingatkan bahwa bulan Ramadhan merupakan Syahrul Tarbiyah atau bulan pendidikan yang sangat syarat dengan nilai-nilai kehidupan serta tauladan baik.


“Sehingga kita seyogyanya menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk mendidik jiwa, serta meneguhkan integritas dalam perang melawan hawa nafsu di fananya dunia ini,” kata Firli.

Firli menyayangkan, masih adanya oknum penyelenggara negara, pejabat, kepala daerah, politisi, dan oknum penegak hukum di Indonesia yang memiliki pendidikan ilmu pengetahuan dan agama, namun tak sepenuhnya menjiwai nilai esoteris dari hikmah puasa Ramadhan yang tidak lain adalah ketaqwaan.

“Sungguh ironis, di satu sisi mereka termasuk kaum terpelajar, memiliki akses pengetahuan yang memadai dan mengerti ajaran agama, namun sangat minim bahkan tidak memiliki integritas yang luhur, jauh dari kata berbudi karena gemar mengais harta dengan cara batil, yakni korupsi,” sesal Firli.

Padahal seyogyanya, kata Firli, mereka adalah teladan. Namun karena defisit akhlak, moral dan etika telah menggiring mereka ke dalam barisan kelam, barisan para koruptor.

Firli mengingatkan bahwa keterlibatan kaum terpelajar dalam kubangan korupsi bukan isapan jempol belaka. Memang nyata dan benar adanya.

“Lihat saja para koruptor yang dicokok KPK, dan penegak hukum lainnya, sebagian besar dari mereka menyandang gelar sarjana, S1, S2, S3 bahkan profesor. Rupanya gelar akademik tidak menjamin. Ada apa sebenarnya?” kata Firli bertanya.

Melihat hal ini, kata Firli, KPK memandang perlu ikut memberi usul atas desain pendidikan di republik ini agar tetap memiliki integritas yang berakhlakul karimah, yakni dengan mengajarkan idealisme yang sarat dengan nilai-nilai antikorupsi.

Lebih lanjut Firli menyampaikan, pola pendidikan yang saat ini lebih banyak mengandalkan porsi pengajaran dan pembelajaran yang bermuara pada peningkatan akal, jasmani, serta keterampilan, dan itu tidak salah.

“Namun pola pendidikan tersebut seyogyanya dapat ditambahkan unsur dan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, mulai dari usia anak Kelompok Bermain (KB) hingga mahasiswa dan berlanjut sampai mereka bekerja, untuk membentuk sekaligus menjaga karakter anak bangsa antikorupsi,” tekan Firli.

Pendidikan itu, menurut Firli dalam jangka panjang bertujuan tidak saja mencerdaskan tapi juga untuk membentuk karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa antikorupsi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya