Berita

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa/Net

Dunia

Oposisi Sri Lanka Ancam Gulingkan Presiden Rajapaksa Jika Krisis Ekonomi Tak Segera Ditangani

JUMAT, 08 APRIL 2022 | 16:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Oposisi Sri Lanka akan mengambil tindakan dengan mengajukan mosi tidak percaya jika pemerintah tidak segera menyelesaikan krisis ekonomi.

"Pemerintah perlu mengatasi krisis keuangan dan bekerja untuk memperbaiki tata kelola, atau kami akan melakukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah," kata pemimpin partai oposisi Samagi Jana Balawegaya, Sajith Premadasa, di parlemen pada Jumat (8/4).

Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi parah akibat utang yang melambung sementara bahan pokok naik dan minyak menjadi langka.


"Sangat penting bahwa Sri Lanka harus menghindari default utang yang tidak teratur. Pemerintah harus bekerja untuk menangguhkan utang dan menunjuk penasihat keuangan untuk memulai proses restrukturisasi utang," jelas Premadasa.

Krisis ekonomi di Sri Lanka telah memicu aksi protes tanpa henti selama sebulan terakhir, dengan kerusuhan pecah pada 31 Maret.

Presiden Gotabaya Rajapaksa menjalankan pemerintahannya dengan hanya segelintir menteri setelah seluruh kabinetnya mengundurkan diri minggu ini. Sementara oposisi dan bahkan beberapa mitra koalisi menolak seruannya untuk membentuk pemerintah persatuan.

Setidaknya 41 anggota parlemen telah keluar dari koalisi yang berkuasa untuk menjadi independen, meskipun pemerintah mengatakan masih memiliki mayoritas di parlemen. Jika mosi tidak percaya diajukan dan memenuhi suara, maka Rajapaksa harus siap digulingkan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya