Berita

Presiden Yaman, Abd Rabbu Mansour Hadi/Net

Dunia

Presiden Yaman Serahkan Kekuasannya pada Dewan Kepresidenan Backingan Saudi

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 17:12 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Presiden Yaman, Abd Rabbu Mansour Hadi mengumumkan bahwa dirinya telah memberhentikan wakilnya yang kontroversial. Setelah itu ia menyerahkan kekuasaannya kepada dewan kepresidenan yang didukung oleh Arab Saudi.

Hal itu dilakukan untuk melancarkan upaya negosiasi perdamaian yang dipimpin oleh PBB dari konflik tujuh tahun, memaksa Yaman memasuki krisis kemanusiaan yang berat.

Dikatakan dari Middle East Eye pada Kamis (7/4), Wakil Presiden Yaman, Ali Mohsen al-Ahmar yang diberhentikan itu sangat dibenci oleh Houthi. Ia dibenci karena kampanye militer dan peran utamanya dalam perang saudara utara-selatan 1994.


"Saya mendelegasikan kekuatan penuh saya kepada Dewan Kepemimpinan Presiden sesuai dengan konstitusi dan Inisiatif Teluk dan mekanisme eksekutifnya," kata Hadi di televisi pemerintah.

Setelah pengumuman itu, Arab Saudi mengumumkan bantuan 3 miliar dolar AS  kepada pemerintah yang didukung Saudi.

Arab Saudi dan mitra koalisinya Uni Emirat Arab (UEA) masing-masing akan menyuntikkan 1 miliar dolar AS ke bank sentral Yaman dan kerajaan akan memberikan tambahan  1 miliar dolar AS untuk produk dan pengembangan minyak bumi.

Arab Saudi juga menyerukan pembicaraan dengan Houthi, yang telah memerangi koalisi Saudi sejak 2014 di Yaman Utara.

"Kami meminta dewan untuk memulai negosiasi dengan Houthi di bawah naungan PBB untuk solusi akhir dan komprehensif," ujar pengumuman Arab Saudi itu.

Kedua pengumuman ini datang ketika pihak-pihak Yaman yang bertikai menyetujui gencatan senjata dua bulan yang dimulai pada Sabtu lalu.

Dewan kepemimpinan baru, yang terdiri dari seorang ketua dan tujuh wakil ketua, akan dipimpin oleh Rashad Al-Alimi, yang mendapat dukungan Saudi dan memiliki hubungan dekat dengan partai Islah, partai politik besar di Yaman.

Wakil ketuanya adalah Pemimpin Kelompok Separatis Selatan, Dewan Transisi Selatan, Aidarous al-Zubaidi, yang didukung oleh UEA.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya