Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jelang Voting Status Rusia di Dewan HAM, Begini Tanggapan Kemlu

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 16:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dugaan pembunuhan warga sipil oleh pasukan Rusia di Bucha membuat status keanggotaan Moskow di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terancam.

Majelis Umum PBB telah dijadwalkan untuk melakukan voting atau pemungutan suara pada Kamis malam (7/4) waktu Indonesia, terkait resolusi yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk mengeluarkan Rusia dari Dewan HAM.

Berbicara selama press briefing virtual pada Kamis, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib menegaskan posisi Indonesia selalu mengedepankan perlindungan masyarakat sipil dan prinsip-prinsip kemanusiaan sejak awal pecahnya perang di Ukraina.


Indonesia juga mendorong agar seluruh pihak yang bertikai menempuh upaya perdamaian, penghentian kekerasan, dan dialog.

"Bagi kita, yang penting adalah kita ikui prosesnya apa yang terjadi, termasuk apa yang diajukan oleh Amerika Serikat," tutur Habib.

Habib mengatakan, Indonesia memahami resolusi yang ajukan oleh Washington agar setiap anggota Dewan HAM menjunjung standar tertinggi dalam pemajuan HAM, agar keanggotaan tersebut bisa objektif, selektif, dan mengedepankan prinsip konstruktif dengan mengedepankan dialog dan kerjasama.

"Kami di sini memperhatikan semua pertimbangan, melihat juga dampak dari proses ini, dan bagaimana argumentasi yang secara legal berlangsung, baik di Majelis Umum PBB maupun di kelaziman-kelaziman Dewan HAM PBB," jelasnya.

Mengacu pada keputusan Dewan HAM pada 1 April, dibentuk komisi independen yang bertugas mengusut pelanggaran HAM hingga hukum humaniter internasional di wilayah Ukraina.

Sehingga Habib berharap, keputusan yang dihasilkan selama voting dapat mempertimbangkan berbagai aspek dan objektif.

"Harapan kita, apapun yang diputuskan nanti adalah hasil pertimbangan yang komprehensif, adil, objektif, dan mempertimbangkan semua aspek," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya