Berita

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell/Net

Dunia

Miliaran Euro Mengalir ke Kantong Putin Sejak Invasi, Uni Eropa: Harus Ada Lebih Banyak Bantuan ke Ukraina

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 08:08 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Uni Eropa belum berbuat banyak untuk Ukraina. Namun sebaliknya, Eropa justru telah mengalirkan dana yang besar untuk Presiden Rusia Vladimi Putin.

Jika dibandingkan, sejak perang berlangsung, Uni Eropa telah membeli pasokan energi dari Rusia senilai 35 miliar euro. Itu jauh lebih besar daripada bantuan Uni Eropa ke Ukraina yang sejauh ini hanya 1 miliar euro untuk pertahanannya.

Untuk itu,  Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borell mendesak Eropa untuk mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina demi membantu mengakhiri perang.


“Kita harus terus mempersenjatai Ukraina. Kita membutuhkan lebih sedikit tepuk tangan (bantuan moril) dan lebih banyak bantuan (bantuan materil),” ujar Borell di hadapan parlemen, seperti dikutip The Guardian, Rabu (6/4).

Pernyataan Borell muncul ketika Uni Eropa tengah memperdebatkan gelombang sanksi baru terhadap Rusia, dengan larangan impor batubara senilai 4 miliar euro.

“Ini mungkin tampak banyak tetapi 1 miliar euro adalah apa yang kami bayarkan kepada Putin setiap hari untuk energi yang dia berikan kepada kami. Sejak awal perang, kami telah memberinya 35 miliar. Bandingkan dengan 1 miliar euro yang telah kami berikan kepada Ukraina dalam bentuk senjata dan senjata,” jelasnya.

Upaya Uni Eropa untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi pada Rusia terlihat lebih intens disaat para pejabat bereaksi terhadap laporan kekejaman perang dari Bucha dan kota-kota Ukraina lainnya.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Kyiv bersama Borrell dalam beberapa hari mendatang. Mereka berjanji sanksi terbaru untuk Rusia tidak akan menjadi yang terakhir.

“Sekarang kita akan melihat minyak Rusia dan kita harus melihat pendapatan yang diperoleh Rusia dari bahan bakar fosil,” ujar Ursula di pertemuan yang sama.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya